June 6, 2016

Siapa Bilang Tubuh Kurus Bebas Diabetes?



Banyak yang menyebutkan bahwa kegemukan atau obesitas merupakan salah satu faktor timbulnya resiko diabetes melitus. Namun meskipus demikian, bukan berarti mereka yang tidak bertubuh gemuk terbebas dari diabetes.


Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPd-KEMD seorang ahli diabetes mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tubuh kurus namun memiliki lingkar pinggang yang besar atau perutnya buncit juga dapat beresiko diabetes.

Ukuran standar menurut Dr. Sidartawan yaitu jika ia seorang laki-laki, seharusnya memiliki lingkar pinggang tidak lebih dari 90 cm. Dan untuk wanita lingkar pinggangnya tidak boleh lebih dari 80 cm. 


Fendy Sutanto MSc, seorang Nutrition dan Environmental Sustainability Manager Tropicana Slim menambahkan bahwa ada orang yang kurus namun di dalam tubuhnya terdapat banyak lemak. “Namanya TOFI, Thin Outside, Fat Inside. Terlihat kurus, namun ketika dicek terdapat banyak timbunan lemak di dalam tubuhnya”, kata Fendy dalam acara diskusi yang digelarCenter for Indonesia-s Strategic Development Initiative bersama Tropicana Slim.

Timbunan lemak tersebut dapat menimbulkan resistensi insulin di dalam tubuh. Akibatnya insulin tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Padahal insulin ini berperan penting dalam penyerapan gula darah ke dalam sel-sel.

Jika gula tidak dapat terserap di dalam sel, maka akan tertimbun di dalam darah, akibatnya kadar gula dalam darah menjadi meningkat.

Walaupun tidak gemuk, pola hidup juga harus diperhatikan. Jangan sampai karena merasa tidak gemuk sehingga pola hidupnya tidak terjaga, padahal bisa jadi tubuh kurus juga beresiko terkena diabetes. Hal ini rupanya juga dapat dideteksi dari riwayat keluarga, apakah ada riwayat keluarganya yang menderita diabetes. Jika iya, maka harus rutin cek gula darah untuk memastikan apakah kondisi gula darahnya normal.

Untuk mereka yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk mengurangi berat badan mereka. Menurunkan berat 5%-10% dari berat badan mereka itu sudah membantu banyak dalam mengurangi resiko terjadinya diabetes hingga 50%.

Kemudian jangan lupa menjaga asupan makanan dan juga rutin olahraga lima kali dalam seminggu dengan waktu olahraga minimal 30 menit. Hal tersebut dapat menurunkan resiko diabetes hingga 27%.