May 1, 2016

Enzim Pemecah Glukosa, Apakah Ini Penemuan Baru Terkait Diabetes dan Obesitas?



Enzim Pemecah Glukosa
Sumber Gambar : www.sehatitukaya.com

Penelitian terkait bagaimana mengatasi diabetes terus dilakukan guna mendapatkan jalan keluar terbaik. Mengingat jumlah pengidap diabetes jauh lebih besar dibandingkan dengan penderita HIV AIDS. Penelitiannya pun beragam, mulai dari hubungan antara makanan dengan penyakit diabetes. Langkah untuk mengontrol kadar gula darah, dan masih banyak yang lainnya.


Dari banyaknya penelitian yang ada, salah satunya hari ini akan saya bahas yaitu enzim pemecah glukosa. Seperti apa enzim tersebut? Benarkah hal ini menjadi penerang untuk mengobati diabetes? Mari kita simak ulasan dari para ilmuwan yang menemukan hal ini.

Enzim yang dimaksud adalah enzim gliserol 3-fosfat fosfatase (G3PP). Enzim ini dapat menghentikan efek beracun gula di berbagai organ tubuh. Para ilmuwan di University of Montreal Hospital Research Centre (CRCHUM) yang menemukan enzim tersebut.

Penelitian itu dipimpin oleh Drs. Marc Prentki dan Murthy Madiraju. Tim ini telah mampu mendetoksifikasi gula berlebih yang ada di dalam sel-sel. Penemuan ini bermuara pada pengembangan terapi untuk diabetes tipe 2 dan obesitas. Dan penemuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Marc Prentki menjelaskan bahwa gliserol-3 fosfat mencapai tingkat yang berleih di dalam sel. Dimana gliserol-3 fosfat ini adalah turunan dari glukosa. Hal ini akan terjadi pada tingkat glukosa yang meleibihi batas di dalam tubuh manusia.

Beliau menjelaskan kembali bahwa enzim G3PP dapat memecah sebagian kelebihan gliserol tersebut dan mengalihkannya ke luar sel. Sehingga sel beta di dalam organ pankreas dapat terhindar dari efek beracun kadar glukosa yang tinggi.

Pada mamalia, glukosa dan asam lemak dijadikan sebagai nutrisi utama. Pmemanfaatannya di dalam sel sangat banyak dalam proses fisiologis seperti produksi glukosa di hati, penyimpanan lemak di jaringan adipose, pemecahan nutrisi untuk produksi energy, dan sekresi insulin oleh sel-sel beta. Kekacauan dari proses ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes tipe 2.


Di dalam organ pankreas, sel-sel beta ini merasakan perubahan kadar glukosa dalam darah dan memproduksi insulin sesuai dengan permintaan tubuh. Nah, jika sel-sel ini menghadapi glukosa yang berlebih maka nutrisi tersebut berubah menjadi racun dan merusal sel-sel tersebut.

Ketika glukosa berada dan digunakan di dalam sel, maka gliserol-3 fosfat terbentu. Molekul ini sangat diperlukan untuk produksi energi dan pembentukan lemak.

Ilmuwan yang lain di CRCHUM yaitu Murty Madiraju mengatakan bahwa dengan mengalihkan glukosa sebagai gliserol, maka G3PP mencegah terjadinya pembentukan dan penyimpanan lemak yang berlebih pada hati. Masalah utama pada diabetes.

Seberapa signifikan penemuan ini? Prof Prentki berkata bahwa sangat jarang enzim baru ditemukan didalam jantung metabolism nutrisi dan semua jaringan mamalia. Nantinya enzim ini akan dimasukkan kedalam buku teks biokimia.

Mekanisme ini telah ditemukan di sel-sel hati dan enzim ini hadir di semua jaringan tubuh mamalia. Kami mengidentifikasi enzim sambil mencari mekanisme yang memungkinkan sel-sel beta menyingkirkan kelebihan glukosa sebagai gliserol.

Penelitian ini dapat membantu terapi untuk obesitas, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolic. Saat ini tim masih dalam proses menemukan “molekul kecil activator G3PP” untuk mengatasi gangguan kardiometabolik. Obat ini menjadi obat pertama di bidang ini karena memiliki keunikan dalam hal mekanismenya. Namun pengobatan ini harus dianalisis kepada beberapa sampel hewan sebelum benar-benar diberikan pada manusia.