November 2, 2015

Benarkah Anak Sulung Lebih Beresiko Terkena Diabetes Dibandingkan dengan Adiknya?



Biasanya anak sulung lebih dibanggakan daripada adik-adiknya. Hal ini dikarenakan anak sulung memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan adik-adiknya. Lebih pintar dan bertanggung jawab. Tapi apakah hal positif tersebut berbanding lurus dengan kesehatan yang dimilikinya?


Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Epidemiology dan Community Health menyebutkan bahwa anak perempuan yang lahir pertama lebih berpotensi mengalami kegemukan atau obesitas. Dan seperti yang kita ketahui obesitas sangat erat kaitannya dengan penyakit diabetes tipe 2. Orang yang menderita diabetes akan mengalami kenaikan kadar gula yang cukup tinggi. Dan hal tersebut diperparah dengan minimnya gerak dari si pelaku. Otomatis gula tersebut tidak dapat terbakar menjadi energi dan akhirnya menumpuk di tubuh.

Baca Juga Artikel Terkait : Diabetes Tipe 2

Berlanjut kepembahasan sebelumnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa urutan kelahiran berpengaruh terhadap berat badan dan tinggi badan pada pria. Bagaimana dengan wanita? Para peneliti dari swedia mencoba berusaha mencari tahu apakah hal ini juga ditemukan pada wanita.

Mereka meneliti sekitar 13.406 pasangan kakak adik perempuan, atau sekitar 29.000 peerta. Dari hasil tersebut diketahui bahwa anak sulung lebih ringan berat badannya dibandingkan dengan adiknya ketika dilahirkan. Tetapi hal tersebut akan berubah ketika mereka beranjak dewasa dan hamil 3 bulan. Maka indeks massa tubuhnya akan bertambah sebanyak 2,4% lebih tinggi dibandingkan dengan adiknya.

Selain itu, anak perempuan sulung juga lebih beresiko terkena obesitas dari adiknya. Hal ini ditunjukkan dengan angka 40%. Sungguh luar biasa. Bukan hanya karena berat badannya yang bertambah, tinggi badannya pun cenderung lebih pendek.

Oleh karenanya perlu diwaspadai jika anda memang anak sulung perempuan. Coba cek kondisi tubuh anda, apakah anda mengalami obesitas? Jika tidak anda mungkin juga perlu menambahkan periksa gula darah supaya lebih menyakinkan bahwa anda tidak terkena diabetes. Jadi, tidak perlu dipikirkan terlalu dalam. Jika memang pola hidup yang anda jalani sesuai dengan perilaku hidup sehat kenapa mesti takut. Benar tidak…