November 9, 2015

4 Ketakutan Diabetesi Yang Dapat Menghambat Penyembuhan



ketakutan diabetesi
Sangat wajar bagi seseorang yang terkena penyakit ada rasa ketakutan dalam diri mereka. Ketakutannya pun beragam mulai dari takut tidak akan sembuh dari penyakit, takut biaya obat yang terlalu mahal, takut menjalani hidup yang menyiksa karena penyakit, takut dikucilkan masyarakat,dan masih banyak lagi.


Tidak terkecuali dengan penderita diabetes. Para diabetes sering kali ketakutan akan pengobatan yang akan dijalani dalam waktu lama, ditambah jika terjadi komplikasi bisa-bisa ketakutannya semakin bertambah. Padahal bila diabetes ini mendapatkan pertolongan sejak dini dan benar-benar mengikuti saran dokter secara disiplin, maka penyakit diabetes bukanlah hal yang patut untuk ditakuti. 


Dr Tri Juli Tarigan, Spesialis Penyakit dalam dan konsultan Endokrin RSCM mengatakan bahwa ada banyak masalah dalam penanganan diabetes. Dari banyaknya penanganan tersebut yang dapat dikemukakan antara lain akses dan kualitas pelayanan kesehatan hingga masalah internal pasien.

Masalah internal pasien ini cukup besar dari masalah-masalah yang ada seputar pasien diabetes. Masalah internal ini terjadi atas ketakutan dan ketidakpatuhan mereka karena mitos-mitos yang muncul dimasyarakat. Seperti apa ketakutan yang sering menghantui diabetes tersebut. berikut uraian yang dapat saya berikan untuk anda.

Takut efek samping obat
Seperti yang kita ketahui bahwa obat kimia pastilah mengandung efek samping ketika mengonsumsinya. Mereka takut apabila mengonsumsi obat khusus penderita diabetes akan berujung pada rusaknya organ tubuh mereka. Padahal, dr Tri Juli mengatakan bahwa obat khusus diabetes ini berbeda dengan obat-obatan yang sering dikonsumsi. Obat diabetes dibuat untuk jangka panjang, jadi tidak merusak ginjal.  

Tidak perlu kontrol jika keadaan baik
Ketakutan yang kedua yang menghantui penderita adalah rutin kontrol. Yang pasti ini karena keuangan. Bagaimana tidak, kontrol itu pastinya akan membutuhkan biaya. Dan itu dilakukan secara rutin, pastinya menguras uang yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun perlu diketahui, diabetes dikenal dengan penyakit kronik progesif. Ini membuat penyakit diabetes sulit untuk dikontrol dan dideteksi apabila terlambat penanganannya. Untuk itu penderita diabetes harus bertemu dengan dokter lebih awal kata dr Tri Juli.

Bukan berarti ketika awal dapat diketahui dan ditangani, lain waktu akan berjalan seperti itu. Sekali lagi, penyakit diabetes adalah jenis penyakit kronik progresif jadi perlu pengobatan yang rutin dan tentunya tidak instan untuk menyembuhkan dari penyakit diabetes.


Takut menggunakan insulin
Ketakutan yang ketiga adalah takut dengan suntik insulin. Tidak sedikit dari para penderita diabetes yang harus melakukan terapi insulin dengan diberikannya dalam bentuk suntik. Banyak diantara penderita yang takut apabila disuntik insulin. Takut apabila salah dosis ataupun kemasukan hal-hal yang berbahaya. Padahal suntikan insulin sangatlah diperlukan apalagi bagi penderita diabetes tipe 1. Mereka tidak bisa lepas dari suntik insulin karena organ pankreas mereka telah rusak.

Baca artikel terkait : Mengapa tubuh memerlukan insulin

Tidak minum obat secara teratur
Ketakutan yang terakhir adalah mengenai minum obat. Banyak para penderita diabetes yang menyudahi minum obat mereka jika dirasa tubuh mereka sudah sehat. Sehingga pengobatan diabetes pun menjadi terhenti.

Padahal penyembuhan diabetes tidak bisa dikatakan singkat. Butuh waktu yang lama untuk dapat menyembuhkannya. Ada banyak alasan yang biasanya menyertai ketidak inginan untuk minum obat kembali. Justru ini salah kata dr Tri Juli. Meskipun tidak ada keluhan tetap minum obat sebagai bentuk pencegahan apabila terjadi perubahan gula darah dalam waktu singkat akibat pola hidup yang salah.

Itulah 4 ketakutan yang sering hinggap pada penderita diabetes.  Padahal jika sudah mengikuti instruksi dari dokter dengan baik, insya Allah semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja. Memang butuh waktu untuk penyembuhan. Kesabaran menjadi hal penting dan pendamping setelah ikhtiar dengan jalan minum obat. Semoga bermanfaa.