April 14, 2016

Seorang Mahasiswa Udinus Berhasil Menemukan Alat Pendeteksi Diabetes Melitus


Mahasiswa Udinus Berhasil Menemukan Alat Pendeteksi Diabetes
Sumber Gambar : http://rubik.okezone.com

Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Sehingga penyakit ini menjadi ancaman banyak warga dunia. Selain itu, dampak yang ditimbulkannya bisa sampai taraf kematian, sungguh efek yang luar biasa. Oleh karena itu mencegah penyakit ini sangat perlu untuk menjadi perhatian. Terlebih penyakit ini datang secara tiba-tiba, dalam artian sulit untuk dideteksi apakah seseorang mengidap penyakit diabetes atau tidak.


Atas dasar itulah, akhirnya seorang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus), Praditya Swastika Ardhy menciptakan sebuah alat yang bermanfaat untuk mendeteksi penyakit diabetes. Pembuatan alat ini ia jadikan sebagai bahan tugas akhirnya. Dimana dalam penelitiannya, ia menggunakan urin manusia sebagai media untuk melakukan analisis.

Proses tersebut dibantu dengan alat yang bernama BOE (Bulbus Olfactory Electronis) yang tidak terlalu rumit. Langkah-langkah untuk mendapatkan hasil diagnosa hasil urin adalah dengan memasukkan sampel urin ke dalam wadah penampungan yang terdapat di BOE, kemudian alat tersebut dihubungkan dengan komputer untuk melakukan diagnosa secara digital. Tentunya komputer tersebut menggunakan sebuah program untuk mengolah sampel yang ada di tempat penampungan BOE. Program itu pun ia rancang sendiri. Dan dalam waktu kurang dari 5 menit, maka hasilnya sudah bisa dihasilkan.

Setidaknya ardhy membutuhkan waktu selama kurang lebih 7 bulan untuk melakukan semua itu. Enam bulan untuk membuat alatnya, dan satu bulan untuk mengumpulkan data terkait yang ingin diuji. Untuk masalah pendanaan, ia mengatakan bahwa untuk membuat alat tersebut tidak membutuhkan dana banyak

“saya hanya membutuhkan Rp. 800.000,- untuk melakukan penelitian ini,” kata ardhy.

Sementara itu, koordinator kemahasiswaan Fakultas Teknik Udinus, Sari Ayu Wulandari, S.T, M. Eng menambahkan bahwa alat tersebut akan dikembangkan untuk dapat digunakan secara masal agar seluruh masyaratkt bisa merasakan manfaat dari alat tersebut.

“Selanjutnya akan dikembangkan menjadi sebuah alat siap pakai dan mudah diaplikasikan untuk semua orang, “ kata beliau. 


Semoga alat tersebut mampu membantu seseorang untuk mendeteksi diabetes sejak dini.