April 5, 2016

Hasil Penelitian Terbaru, Ikan Gabus Dapat Membantu Melawan Diabetes Melitus


manfaat ikan gabus untuk diabetes
Manfaat Ikan Gabus Untuk Diabetes
Sumber Gambar : www.youtube.com

Ikan mujair, lele, gurami mungkin sudah familiar di telinga kita. Dan ikan-ikan tersebut dapat dengan mudah dijumpai di warung-warung pinggir jalan kalau malam hari. Tapi bagaimana dengan ikan gabus? Ikan ini kurang dikenal di masyarakat. Namun, baru-baru ini naik daun karena sangat berkhasiat mengobati beberapa penyakit.


Nah, menurut informasi yang saya dapatkan rupanya ikan gabus memiliki manfaat lain yaitu dapat membantu menyembuhkan penyakit diabetes melitus.

Mengenal Ikan Gabus
Sekedar informasi saja, ikan ini dikenal dengan ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini banyak disebut dengan sebutan ikan kutuk. Di pasar-pasar tradisional banyak yang menjualnya. Selain dikenal dengan sebutan ikan kutuk, ikan ini memiliki banyak nama diantaranya, bocek, aruan, haruan, bogo, bayong, licingan, dan kabos. Nama ilmiah ikan ini adalah Channa striata.

Untuk klasifikasi ilmiahnya sebagai berikut
Kingdom              : Animalia
Filum                     : Chordata
Class                      : Actinopterygii
Ordo                      : Perciformes
Family                   : Channidae
Genus                   : Channa
Species                 : C. striata

Karakteristik ikan gabus
Ikan ini sekilas hampir seperti lele, namun ia memiliki sisik ditubuhnya. Berbeda dengan lele yang tidak memiliki sisik. Ikan ini dapat tumbuh besar hingga mencapai panjang 1 m. ikan ini biasanya dijumpai di sungai, rawa, danau, dan sawah. Biasanya ikan ini memangsa ikan yang lebih kecil dan hewan air lain seperti kodok dan berudu.

Uniknya ketika tempat dia hidup mengalami kekeringan, ia bisa pindah ke tempat lain atau membenamkan dirinya ke dalam tanah hingga daerah tersebut kembali berair. Maka tak heran apabila anda menjumpai ikan yang dapat “berjalan” dimalam hari di musim kemarau. Kenapa ikan gabus dapat melakukan hal tersebut? Karena ia memiliki sistem pernafasan yang unik dimana ia memiliki organ yang bernama labirin. Mirip seperti lele namun lebih promitif.

Penyebaran ikan ini sangatlah luas, mulai dari daerah Nepal bagian selatan, pakistan bagian barat, kemudian Bangladesh, India, Sri langka, Tiongkok bagian selatan, dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara yang dimana Indonesia masuk didalamnya.

Hasil Penelitian Terkait Ikan Gabus Mampu Menyembuhkan Diabetes 


Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ikan gabus mampu membantu memperbaiki jaringan organ pankreas yang rusak dan menurunkan kadar gula darah. Hasil ini didapat dari peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dr Dewi Hidayati Ssi Msi, salah satu peneliti ikan gabus mengatakan bahwa kerusakan yang terjadi pada jaringan pankreas dapat menyebabkan terjadinya giperglikemik atau kadar gula yang berlebih dalam darah.

Dr Dewi mengungkapkan, sebelumnya hewan uji diberi senyawa aloksan di dalam tubuhnya. Senyawa aloksan berfungsi merusak jaringan pankreas di dalam tubuhnya. Setelah itu barulah hewan uji diberi ekstrak dari ikan gabus. Setelah beberapa waktu, ternyata ekstrak tadi mampu meregenerasi jaringan pankreas yang rusak pada hewan uji tersebut.

Selain itu, Ada pula manfaat lain yang ikut didalmnya yaitu ekstrak ikan gabus mampu meregenerasi jaringan testis jewan uji. Jadi bukan hanya berfungsi meregenerasi jaringan pankreas saja, jaringan testis juga ikut dipulihkan. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sebesar 69,78% jaringan pankreas dapat kembali normal.

Rencananya hasil riset ini dikembangkan lagi dalam bentul molekular. “Pendekatan molekular dapat menjadi ilmu baru kedi Indonesia dalam bidang pengobatan”, kata Dr Dewi.

Beliau berharap hasil penelitiannya mampu menjadi obat diabetes alternatif bagi para penderita diabetes melitus. Berdasarkan penelitiannya yang berjudul “Blueprint for Change” penderita diabetes melitus di Indonesia sudah sebanyak 7,6 orang. Dari angka tersebut, didapat 0,7% para penderita diabetes yang mendapatkan pengobatan secara tepat, kemudian 39% mereka yang tidak mendapatkan pengobatan dan sebanyak 41% tidak mengetahui kondisi kesehatannya bahwa ia telah terkena diabetes melitus.


Padahal penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan menjadi penyebab kematian tertinggi ke 6 di negara Indonesia. Sayangnya masih banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa dirinya telah mengidap penyakit diabetes, hal ini dikarenakan minimnya pengetahun masyarakat akan penyakit ini. Selain itu pengobatan penyakit diabetes tidak bisa dikatakan murah, terutama bagi mereka yang ketergantungan terhadap insulin.