December 22, 2015

Zat Kimia Unik Ini Diduga Penawar Penyakit Diabetes



Penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. Di seluruh dunia diperkirakan ada sekitar 380 juta orang yang terkena penyakit ini. dilansir di situs Spirit Science, diabetes merupakan penyakit otoimun yang menyebabkan kelenjar pankreas gagal menghasilkan insulin. Dimana hormon yang dihasilkan dapat mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk penderita diabetes, sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di dalam kelenjar pankreas.


Baca Artikel Terkait : Mengapa Tubuh Memerlukan Insulin?
Penyebab gangguan ini belum diketahui secara pasti, walaupun para ilmuwan kebanyakan menduga bahwa hal tersebut dari faktor keturunan dan gaya hidup. Hingga kini belum ditemukan penawar yang mampu memecahkan teka-teki ini.

Namun hal tersebut bukan berarti membuat para ilmuwan menyerah untuk menemukan formula penghilang penyakit diabetes ini. terkait akan hal ini, sejumlah tanaman yang terkandung suatu zat kimia diduga dapat menyembuhkan dan membalik keadaan tersebut. zat kitia tersebut bernama harmine yang merupakan kandungan utama dari bahan psikoaktif yang lazim disebut dengna ayahuasca.

Menurut Wikipedia disebutkan bahwa zat ayahuasca dimanfaatkan pada upacara spiritual penduduk pribumi Amazon di Peru. Kebanyakan penggunanya mengaku mendengar suara gaib yang berasal dari pohon untuk menggunakan zat tersebut secara langsung.

Menurut penelitian yang dilakukan pimpinan Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai yang didanai oleh JDRF dan Lembaga Kesehatan Nasional (National Institutes of Health, NIH) bahwa zat kimia tersebut ketika diujikan kepada 3 ekor tikus dan sebuah potongan jaringan manusia dapat merangsang pembentukan sel beta dan memperbaiki pengendalian glikemik. Dari pengamatan tersebut, harmine diduga dapat memberikan penyembuhan atas penyakit diabetes.

Setelah penemuan tersebut, para peneliti mencoba untuk menyisipkan irisan jaringan manusia ke dalam tikus yang menderita diabetes dan memberikannya zat harmine. Hasilnya didapatkan bahwa zat harmine mampu memicu produksi sel beta, yang kemudian mengembalikan kadar glukosa ke tingkat normal. Zat tersebut telah menaikkan jumlah sel beta sebanyak tiga kali lipat di dalam kelenjar tikus percobaan.

Penelitian ini telah mencoba lebih dari 100.000 kemungkinan obat, dan hanya zat harminelah yang mendorong pembiakan sel beta.

Dikutip dari Science Daily, penulis Andrew Stewart, MD yang sekaligus menjadi direktur di Lembaga Diabetes, Obesitas, dan Metabolisme di Sekolah Kedokteran Icahn, mengatakan hasil penelitian yang dilakukan memberikan bukti kuat bahwa obat jenis harmine dapat membiakan sel-sel beta manusia hingga batas yang relevan dengan pengobatan diabetes.

Namun ia berhati-hati, “walaupun masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepastian dan kekuatan harmine dan bahan-bahan turunannya, kami percaya hasil ini merupakan langkah kunci menuju penyembuhan diabetes secara menyeluruh yang dapat dipergunakan di masa depan.”

Di lain pihak, yaitu Lembaga Sel Punca Harvard (Harvard Stem Cell Institute, HSCL). Para peneliti menemukan cara untuk membuat sel-sel penghasil hormon insulin dalam jumlah besar. Menurut lembaga tersebut penemuan ini dapat dikatakan sehebat permebangan antibiotik.

Sel-sel beta yang dihasilkan dari sel-sel punca ini sedang diujicoba pada hewan percobaan dan berharap ujicoba klinis dapat segera dilaksanakan. Kita tungguh saja hasil dari penelitian tersebut, semoga mendapatkan hasil terbaik untuk penderita diabetes ke depannya. Kita banyak berdoa saja.