October 8, 2015

Cara Unik Mengenalkan Diabetes Melalui Animasi



pengenalan diabetes
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita diseluruh dunia. Saat ini diperkirakan 347 juta penduduk di seluruh dunia yang terkena diabetes.

Menurut Prof. Dr. dr Agung Pranoto Msc SpPD-KEMD FINASIM, salah satu pakar diabetes mengatakan bahwa penyakit diabetes menyebabkan kematian sangat besar yaitu 1,5 juta orang pada tahun 2012 dan jumlah itu diperkirakan akan bertambah mengingat jumlah penderita meningkat setiap tahunnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi 80% kematian tersebut berada di negara yang memiliki pendapatan menengah hingga rendah.


WHO menyebutkan bahwa penyakit ini bukanlah penyakit menular namun dapat diturunkan kepada keturunan si penderita tersebut. Prof. Agung mengatakan bahwa ada 2 jenis diabetes yang wajib diketahui oleh masyarakat Indonesia yaitu diabetestipe 1 yang memang dari genetik dan diabetes tipe 2 yang dapat terjadi apabila menerapkan pola hidup yang tidak sehat. Beliau mengatakan hal seperti itu ketika berada di seminar dukungan program Animasi Manis Sanofi Group Indonesia.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah penyakit diabetes ini dapat dikendalikan dengan obat? Rupanya tidak. Namun ada cara pengendalian dan pencegahan yang dirasa cukup efektif untuk penyakit ini yaitu dengan berolahraga secara teratus, pikiran yang jernih (tidak stress) dan kedisiplinan. Namun semua itu berawal dari kesadaran dari setiap individu, kata Prof Agung.

Beliau melanjutkan bahwa diabetes merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Jika seseorang memiliki gaya hidup yang buruk maka resiko terkena diabetes pun akan besar, begitu pula sebaliknya. Kemudian kebiasaan hidup dan pola makan yang salah (tidak sehat) turut memperparah kondisi pasien.

Ada “obat” lain yang dianggap efektif untuk mengatasi penyebaran penyakit ini  yaitu melalui kampanye dan edukasi dini, lanjut Prof Agung. Ini merupakan langkah cerdas agar lebih banyak masyarakat yang sadar akan bahaya dari penyakit ini dan segera melakukan pencegahan dini untuk keluarga.

Karena jika sudah terdeteksi akan sulit penanganannya dan perlu perawatan dengana biaya yang tidak murah ditambah waktu penyembuhan yang relatif lama tentu ini akan membebani pihak keluarga yang salah satu anggota keluarganya terkena penyakit diabetes ini.

Sementara itu, di pihak lain Lily Sulistyowati, Direktur Penyakit Tidak Menular Direktorat Jenderal PP dan PL Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa hampir 50% kasus diabetes tidak terdiagnosis. Sedangkan sisanya terdiagnosis dalam kasus yang sudah parah hingga menyebabkan komplikasi.

Menurutnya jumlah penderita penyakit diabetes di Indonesia tergolong banyak diantara negara-negara di dunia dan jumlahnya setiap tahun selalu meningkat. “Di Indonesia, saat ini sekitar 1 dari 12 orang telah terdeteksi mengidap penyakit diabetes. Pada tahun 2014 saja tercatat jumlah penderita diabetes di negara Indonesia mencapai 9,1 Juta jiwa.”

Kepala Pusar Promosi Kesehatan Kemenkes, dr Eni Gustina MPH berkata, “Frekuensi resiko diabetes di seluruh dunia juga meningkat, bahkan dua kali lipat resikonya pada anak-anak.”

Menurutnya jumlah penderita diabetes akan meningkat dua kali lipat di 20 tahun kedepan. “Sampai saat ini belum ditemukan cara untuk mencegah diabetes tipe 1,’ ungkap Eni. Padahal kasus anak-anak yang terkena diabetes tipe 1 ini meningkat diseluruh dunia. Untuk diabetes tipe 2 juga mengalami peningkatan baik dari anak-anak maupun orang dewasa.

Jangan dikira anak-anak tidak dapat terkena penyakit diabetes tipe 2. Hal ini tidak lain karena gaya hidup yang buruk atau memiliki garis keturunan penderita diabetes.

“Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk mengetahui tentang penyakit ini sejak dini, baik melalui pendidikan di sekolah maupun penyebaran informasi melalui teknologi,” papar Eni.

Untuk itulah Kemenkes dan Sanofi Group bekerja sama membuat program untuk langkah pencegahan dan pengurangan resiko diabetes dan sekaligus memberikan edukasi mengenai diabetes dengan “Animasi Manis”.

Menurut Presiden Direktur Sanofi Group Indonesia Martineau, Program visual mudah dicerna oleh masyarakat dibandingkan dengan media lainnya. “Melalui animasi ini, kiranya masyarakat dapat mengerti bahaya yang ditimbulkan dari diabetes,” ujar Benoit.

Pakar animasi Indonesia Wahyu Aditya turut mendukung program edukasi yang dianggap sangat membantu ini. “Saya tahu kalau diabetes berbahaya, tapi selama ini sekadar tahu. Setelah menonton animasi-animasi terkait, saya menjadi semakin terbuka lebar dan sadar akan bahaya dari penyakit diabetes ini,” kata Wahyu.

Kemenkes pun berencana untuk menayangkan video animasi ini di puskesmas dan rumah sakit sebagai bagian dari edukasi masyarakat untuk memperkenalkan bahaya diabetes. Dan semua video tersebut adalah hasil karya anak bangsa. Sehingga kita patut berbangga hati akan hasil karya tersebut.