March 24, 2016

Tanpa Disadari, Diabetes Retinopati Dapat Menyebabkan Kebutaan



Retinopati Dapat Menyebabkan Kebutaan
Retinopati Dapat Menyebabkan Kebutaan

Diabetes merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai penyakit lainnya. Hal ini memungkinkan penderita diabetes terkena penyakit diluar diabetes itu sendiri. Dari sekian banyak komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes adalah diabetes retinopati.


Apa itu diabetes retinopati? Yaitu gangguan pada pembuluh darah yang terletak di retina pasien diabetes. Hal ini dapat menjadi ancaman serius bagi mereka karena dapat menjadi kebutaan.

Dr Rumita S Kadarisman SpM mengatakan bahwa diabetes retinopati diakibatkan gula darah yang tinggi. Dimana hal tersebut memakan waktu kurang lebih 5 tahun dan si pasien diabetes tidak menjaga pola makannya. Akibatnya terjadi perubahan bahkan kerusakan pada pembuluh darah retina yang halus. Kerusakan tersebut menyebabkan adanya kebocoran dan akhirnya retina menjadi bengkak dan timbul pendarahan.


Diabetes jenis ini sering tidak disadari atau tidak mudah terdeteksi. Para pasien yang terkena diabetes tidak sadar bahwa penglihatan mereka mulai buram secara bertahap. Oleh karena itu pasien diabetes dianjurkan untuk memeriksakan matanya sejak dini guna langkah pencegahan dari diabetes retinopati ini.

Pada diabetes retinopati, retina akan mengalami gangguan sirkulasi udara. Jika hal ini dibiarkan berlaurt-larut maka retina akan mengalami pendarahan dan muncul pembuluh-pembuluh baru yang dapat menimbulkan glukoma. Glukoma tersebut dapat mengakibatkan adanya kebutaan pada pasien diabetes.

Selain itu, luka pada jaringan pembuluh darah yang pecah bisa juga berkontraksi dan menarik retina. Akibatnya pasien diabetes akan mengalami kebutaan. Perlu diketahui, bahwa sekitar 60% pasien diabetes yang telah lama mengidap diabetes dalam kurun waktu 15 tahun atau lebih dapat mengalami kerusakan pada pembuluh darah mata mereka.


Namun, tidak perlu was-was karena diabetes retinopati dapat terobati tergantung dari stadiumnya. Apabila belum terjadi kelainan pada mata, maka dapat dilakukan pemeriksaan setiap tahun. Tetapi apabila mengganggu penglihatan maka terapi pertama yang bisa digunakan adalah laser, kemudian dilakukan suntik ataupun diberikan obat. Namun jika masih terjadi pendarahan maka dapat dilakukan operasi.