February 27, 2016

Waspadalah Perokok Pasif Karena Anda Beresiko Terkena Diabetes



Perokok Pasif Beresiko Terkena Diabetes
Perokok Pasif Beresiko Terkena Diabetes
Sumber Gambar : nisrina.co.id
Tentunya merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit. Dan kita mengetahui hal tersebut. tidak enaknya adalah kita yang sebagai perokok pasif dapat terkena imbasnya. Padahal kita tidak merokok, tapi kita bisa terkena penyakit karena berhubungan terus dengan asap rokok.

Dan sialnya kita sebagai perokok aktif dapat beresiko terkena penyakit diabetes. Hal ini berdasarkan studi yang telah dilakukan. Dari hasil studi tersebut didapatkan angka 22% perokok pasif dapat mengidap penyakit diabetes sedangkan untuk perokok aktif mencapai 37%.

Dilansir dari Daily Times, bahwa semakin banyak rokok yang anda hisap akan berpengaruh besar terhadap resiko kedepannya. Hal ini tercermin dari prosentase berikut, 21% bagi perokok ringan, 34% bagi perokok sedang, dan 57% bagi perokok berat.

Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah berhenti merokok? Mereka pun tetap beresiko terkena diabetes . dan dari tulisan Daily times menyebutkan angka 14% untuk mereka yang sudah tidak merokok lagi.

Hal tersebut kemudian dijelaskan kembali, bahwa mereka yang baru berhenti merokok selama kurang lebih 5 tahun pertama, maka mereka beresiko terkena diabetes sebesar 54%, kemudian menurun menjadi 18% bagi mereka yang sudah berhenti merokok selama 5 tahun berikutnya. Dan terakhir 11% untuk mereka yang sudah berhenti merokok sampai 10 tahun.

Sebuah studi yang baru dilakukan memperkirakan bahwa 2,4% kasus dialami oleh wanita, sedangkan 11,7% kasus dialami oleh pria dengan total populasi penderita diabetes di seluruh dunia mencapai 27,8 juta. Hal tersebut disebabkan oleh kebiasaan merokok oleh para penduduk dunia.

Para peneliti berpendapat bahwa peringatan bahaya merokok seharusnya mengikut sertakan penyakit diabetes. Bukan hanya sekedar masalah jantung dan paru-paru saja.

“Para dokter harus menyinggung itu, sama seperti penyakit kardiovasluar dan penyakit kanker lainnya. Merokok juga dapat beresiko terkena diabetes, walaupun rasionya kecil seprti kanker paru-paru misalnya,” kata Naveed Sattar, seorang professor di Universitas Glasgow, Irlandia.

Sattar menambahkan, “pasien yang merokok harus diberitahu atau diinformasikan bahwa berhenti merokok bukan hanya dapat mengurangi resiko peyakit kardiovaskular , namun resiko penyakit diabetes pun ikut menurun.

Penelitian yang dilakukan oleh Frank Hu dari Universitas Harvard, Amerika Serikat dan An Pan dari Universitas Huangzhong menyarankan bahwa pesan-pesan public terhadap bahaya merokok seharusnya mencantumkan resiko diabetes juga yang disebabkan oleh para perokok.

Dan untuk pertama kalinya, pada tahun lalu seorang ahli bedah di negara Amerika Serikat mencantumkan hubungan antara merokok dan resiko diabetes. Namun hal tersebut tidak mendiskusikan resiko dari perokok pasif dan berhenti merokok dengan resiko diabetes.

Baca Juga : Diabetes dan Merubah Kebiasaan

Hubungan diabetes dengan rokok

Bagaimana rokok dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah? Hal ini sudah menjadi subjek penelitian Xiao-Chuan, PhD, peneliti dari California State Polytechnic University di Pomona, Amerika Serikat. Dalam penelitiannya beliau memaparkan sampel darah manusia dengan nikotin. Liu menggunakan sel darah dari para responden, dimana dia membaginya menjadi 2  yaitu perokok dan bukan. Kemudian ditelitinya dilaboratorium dengan menggunakan berbagai konsentarsi glukosa dan nikotin.

Dari hasil tersebut, Liu menemukan bahwa nikotin dapat menaikkan kadar HbA1c sebesar  9-34,5% terantung dari paparan nikotinnya.

Hasil itu menunjukkan hubungan linier bahwa jika kadar hemoglobin A1c (HbA1c) meningkat maka kadar gula dalam darah pun ikut meningkat semakin tinggi kadar nikotinnya, maka kadar hemoglobin A1c nya juga akan tinggi.

Selama bertahun-tahun, dokter sudah mengira bahwa para perokok cenerung punya kendali gula darah yang buruk dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Hingga hasil dari penelitian yang dilakukan Liu. Tidak ada seorang pun yang yakin dari 4.000 zat kimia berbahaya dalam rokok yang paling bertanggung jawab terhadap kadar gula darah perokok. Bahkan Peter Galier, MD seorang dokter dan pimpinan Santa Monica-UCLA Medical Center & Orthopaedic Hospital menganggap penelitian yang dilakukan Liu cukup masuk akal. Padahal dia sendiri tidak bergabung dalam penelitian tersebut.

“Dari dulu saya selalu curiga bahwa nikotin adalah biang dari semua ini. Dan penelitan liu semakin memperjelas dugaan saya mengapa perokok rata-rata memiliki kadar HbA1c yang  tinggi pula,” kata Galier yang juga sebagai dosen di University California Los Angeles David Geffen School of Medicine.