January 21, 2016

Kisah Sukses Penderita Diabetes Tipe 2, Mark Lee



Kisah Penderita Diabetes Mark Lee
Kisah Sukses Mark Lee

Nama: Mark Lee, usia 53
Lokasi: Greensburg, Penn.

Saya berusia 48 tahun pada musim gugur 2008 dan ketika saya menimbang berat badan bertemulah dengan angka 200 pon. Sekarang, mungkin tidak terdengar berlebihan, tapi saya mengerti bahwa saya  bukanlah orang yang gemuk-dan saya pasti tidak memiliki masa otot yang besar. Jadi meskipun saya tidak pernah berpikir bahwa diri ini mengalami obesitas dan itu pasti. Tidak peduli berapa banyak saya mencoba untuk menyangkalnya.


Ketika pertama kali mendengar kata-kata "Anda memiliki diabetes tipe 2," Saya pikir itu adalah akhir dari dunia. Saya begitu terpukul. Saya menyadari bahwa tidak memiliki riwayat keluarga penderita diabetes dan tahu-tahu saya telah terdiagnosis memiliki diabetes tipe 2. Jadi ini benar-benar kejutan bagi kehidupan saya. Tapi akhirnya saya menyadari, sayamencoba menatap kembali saat ini dan memahami itu hanyalah awal dari sebuah kehidupan yang lebih baik. Mungkin terdengar aneh,saya menganggap ini adalah sebuah hadiah terbaik. Karena dengan begitu saya melakukan apa yang sebelumnya tidak terpikirkan yaitu bermain hoki.

Baca Juga : Kisah Sukses Penderita Diabetes Tipe 2, Ruth Sobieralski

Satu hal yang perlu Anda ketahui tentang saya adalah saya selalu memiliki gairah untuk hoki. Tahun
dimana saya didiagnosis, saya mempunyai tiket musim ke Washington Capitals dan kursi saya yang terletak di baris terakhir dari tingkat atas. Mereka begitu tinggi, Anda perlu penglihatan yang baik untuk melihat para pemain.

Menariknya, saya berada di salah satu permainan ketika saya menyadari ada sesuatu yang salah dengan kesehatan saya.
Penglihatan saya mulai menjadi kabur dan saya benar-benar harus meminjam kacamata istri saya untuk menonton. Pada awalnya saya hanya menganggapnya sebagai "usia tua," tapi itu terjadi begitu cepat sehingga saya memutuskan untuk segera memeriksakannya.

Dokter melakukan apa yang saya pikirkan sebelumnya dengan melakukan pemeriksaan darah rutin dan  ia mengatakan bahwa kadar glukosa darah saya 276 mg / dl (kondisi normal adalah kurang dari 140 mg / dl dua jam setelah makan).
Keadaan menjadi lebih buruk, A1C saya kembali di 7,6% (normal adalah kurang dari 5,7).

Begitu dokter
mengatakan saya memiliki diabetes tipe 2, pikiran saya menjadi kosong. Benarkah ini? Mengapa saya? Hal pertama yang dokter lakukan adalah memberikan saya metformin. Lalu ia mengatakan sesuatu dan saya tidak akan pernah lupa: "Ubah gaya hidup Anda" Saya paham maksudnya! Berhenti makan makanan yang saya suka (setidaknya mengurangi porsinya) dan mulai berolahraga!

Butuh waktu sekitar satu bulan untuk menerima diagnosis
tersebut. Namun, Setelah saya menelepon dokter saya dan bertanya apakah mungkin untuk saya terbebas dari obat. Dia menjawab, "Beberapa melakukannya, tapi kebanyakan tidak." Nah, mengetahui ada "beberapa" yang melakukan maka hal tersebut memberiku harapan dan saya menjadi termotivasi. Saya mengatakan kepada dokter saya, "Aku akan berada di kategori itu." Saya tahu bahwa terbebas dari obat diabetes akan berhubungan dengan diet saya. Berolahraga dan belajar bagaimana tubuh saya bereaksi terhadap makanan yang berbeda. Saya memeriksakan kadar glukosa darah sebelum dan setelah makan dan bahkan memantau terus sampai saya belajar bagaimana makanan mempengaruhi tubuh.

Berikutnya, saya memutuskan untuk
pergi menemui ahli gizi. Dia mengajari saya tentang "baik" dan "buruk" makanan. Sebagian daftar makanan favorit saya seperti pizza, kemudian makanan yang digoreng dan steak-hanya kebetulan berada di daftar "buruk" makanan. Tapi saya dapat memberitahu Anda secara langsung, saya tidak seketika berhenti mengonsumsi makanan tersebut dan saya memiliki semangat baru untuk makanan yang berada di daftar "baik", seperti  apel, jeruk, buah-buahan lainnya dan sayuran. Hari ini saya masih makan beberapa dari makanan yang masuk daftar “buruk”, tapi saya tentu melakukannya dengan hati-hati.

Langkah terakhir adalah mendapatkan bentuk tubuh. Ide
untuk berolahraga membuat saya takut pada awalnya, tapi akhirnya saya menjadi rutin melakukannya. Setelah mendapatkan persetujuan dokter saya, saya mulai bekerja lima hari dalam seminggu pada mesin elips di gym kantor kami. Saat itulah impian saya untuk bermain hoky menjadi kenyataan.

Semuanya berawal ketika saya memperkenalkan putri
saya dengan  tunangannya , Shawn, dengan permainan hoki. Tapi ia mengambil langkah lebih jauh dan bergabung dengan liga tim dewasa. Saya dan istri pergi menonton pertandingan dan saya ingat mengatakan padanya, "Aku bisa melakukannya!" Aku sudah tahu bagaimana untuk bermain skate dan karena gaya hidup baru saya, saya tahu daya tahan tidak akan menjadi perhatiannya. Saya mulai untuk memutuskan bergabung dengan tim sendiri. Bahkan, ini memotivasi saya untuk memulai tim liga dewasa saya sendiri, yang dimana saya sekarang menjadi pemilik dan kapten.

Sekarang pada usia 53,
dan saya memiliki berat 45 pound lebih ringan daripada ketika saya didiagnosis. Saya dalam kondisi terbaik dalam hidup dan saya bermain hoki mingguan. Bahkan, saya pemain tertua di seluruh liga! Keren bukan. Saya memiliki rekan tim besar dan sangat mendukung, itu sangat berarti banyak bagi saya.

Sekarang saya pasti
dapat menurunkan metformin tersebut. Saya bekerja sama dengan dokter dan melakukannya secara bertahap. Awalnya, saya mengurangi dosis yang dimana disertai dengan terus melakukan diet dan latihan rencana baru. Saya punya A1C yang diperiksa setiap tiga bulan sekali. Dan ketika diperiksa kondisi saya benar-benar normal. Saya berencana untuk mengikisnya sedikit demi sedikit.






Baca Juga : Rutin Cek Gula Darah Dapat Menurunkan Resiko Komplikasi Diabetes
 

Akhirnya, pada  waktu sembilan bulan, saya sudah siap untuk mencoba gaya hidup baru tanpa obat sama sekali. Sekali lagi, tiga bulan kemudian saya memeriksakan A1C saya, dan sekali lagi angka tersebut menunjukkan  normal. Saya tidak bisa memberitahu Anda bagaimana semangatnya saya waktu mendengar hal tersebut! Jadi, Anda menjadi saksinya, saya tetap mengambil pekerjaan, tapi saya mencapai tujuan saya dan A1C saya telah normal sejak saat itu.

Saya dapat memberitahu Anda, jika bukan
karena didiagnosa diabetes mungkin tidak ada cara lain untuk meletakkan saya di hoky hari ini. Jadi meskipun takut pada awalnya, saya menyadari ini panggilan untuk bangun kembali akhirnya menjadi berkah tersembunyi.

Sangat  wajar dan takut ketika Anda pertama kali didiagnosis terkena diabetes, tetapi cobalah untuk menerima kenyataan tersebut dan mencoba untuk menghadapinya. Jalanilah kehidupan baru Anda ke depan. Saya telah melakukannya, dan sekarang saya bermain olahraga saya cintai. Bagaimana dengan Anda?