December 16, 2015

Wanita Yang Duduk Dalam Waktu Lama Dapat Beresiko Terkena Diabetes



wanita yang duduk terlalu lama beresiko diabetes
Saat sekarang kita dapat menjumpai dengan mudah wanita yang bekerja. Mereka bekerja untuk membantu kebutuhan rumah tangga mereka. Ada yang melakukan pekerjaan sederhana, ada juga yang bahkan mereka melakukan pekerjaan yang dikerjakan laki-laki. Mungkin yang sering kita jumpai adalah mereka yang bekerja di kantor. Aktivitas mereka kebanyakan duduk dan berhadapan dengan computer dalam waktu yang cukup lama. Dari hal tersebut sebuah studi mengungkapkan bahwa ada hubungannya antara wanita yang sering duduk terlalu lama dengan penyakit diabetes.


Apakah anda wanita yang menghabiskan banyak waktu dengan duduk di kantor atau tempat kerja? Jika ya, maka mulai dari sekarang anda harus berhati-hati. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa wanita yang duduk sampai 7 jam lebih sehari dapat beresiko lebih besar mengalami diabetes tipe 2.


Para peneliti menganalisis, wanita yang menghabiskan banyak waktu dengan duduk selama seminggu lebih cenderung menunjukkan gejala-gejala diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang lebih aktif bergerak.

Bukan tanpa sebab, karena hasil tes darah menunjukkan bahwa wanita yang terlalu lama duduk memiliki penanda atau marker lebih tinggi yang menunjukkan adanya resiko diabetes. Lalu, bagaimana dengan pria? Para peneliti tidak menemukan hal tersebut.

Mereka belum memiliki alasan mengapa para pria yang juga terlalu lama duduk tidak beresiko besar mengidap diabetes. Dalam riset yang dilakukan para peneliti dari Leicester of University yang melibatkan 505 relawan dengan usia 59 tahun atau lebih. Relawan tersebut terdapat pria dan wanita, jadi bukan hanya wanita saja.

Kemudian para relawan tersebut diberi beberapa pertanyaan terkait berapa lama waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam seminggu. Kemudian mereka juga menjalani tes untuk mengukur zat kimia di dalam darah mereka. Hal ini berhubungan dengan resiko timbulnya diabtes.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine menunjukkan wanita bahwa wanita lebih cenderung sering duduk dibandingkan dengan pria. Kalau pria hanya 4 hingga 8 jam sehari. Berbeda dengan wanita yang mencapai 7 jam dalam sehari.

Peneliti menganalisis, wanita yang lebih sering duduk akan cenderung mengalami kenaikan kadar insuli yang tinggi. Kadar insulin yang tinggi di dalam tubuh menunjukkan bahwa telah terjadi resistensi dan dapat berkembang menjadi diabetes.

Bahkan para peneliti juga mencatat adanya kadar yang lebih tinggi pada bagian lain yaitu antara lain C-Reactive Protein (CRP), leptin, adinopectin dan interleukin-6. Dimana bahan kimia terebut dilepaskan oleh jaringan lemak yang ada diperut dan dapat memicu peradangan.

Yang mengejutkan adalah itu tidak terjadi pada pria. Jika wanita yang duduk terlalu lama akan mengalami kenaikan kadar insulin dan beberapa bahan kimia di dalam tubuhnya, pada tubuh pria hal tersebut tidaklah terjadi. Pada peneliti membuat hipotesis bahwa mungkin disebabkan karena perempuan lebih sedang ngemil dibandingkan dengan pria yang sama-sama dalam posisi duduk. Atau mungkin bisa juga karena pria lebih banyak bergerak.

“Studi ini memberikan bukti baru bahwa terlalu lama duduk tidaklah baik bagi kesehatan tubuh, terutama bagi para wanita. hal tersebut akan memiliki dampak kerusakan pada resistensi insulin dan peradangan yang kronis,” Kata peneliti.

“Temuan ini juga mendorong agar para wanita tidak terlalu lama dalam kondisi duduk jika tidak mau terkena hal-hal yang membuat tubuh mereka sakit nantinya,” tambah peneliti.

Berdasarkan perkiraan, kebanyakan orang dewasa saat ini menghabiskan 55% waktu mereka di tempat duduk dan menghadap layar komputer. Sebuah badan amal untuk diabtes tipe 2 di Inggris mencatat adanya peningkatan penderita diabetes tipe 2 di Inggris dari 2,5 juta dan akan terus bertambah hingga 4 juta penduduk pada 2025 dan 5 juta penduduk pada 2030.

Menurut peneliti, lebih dari 1 juta orang yang menderita diabetes pada awalnya mereka tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap penyakit tersebut. hal ini disebabkan mereka tidak mengenali gejala-gejala diabetes yang mereka rasakan seperti sering buang air kecil, sering mengalami kelelahan, sariawan yang berulang, dan luka yang susah sembuh.

Nah, kabar baiknya sekitar 24.000 kematian pertahun yang diakibatkan oleh diabetes dapat dengan mudah dicegah jika dokter melakukan pemeriksaan kesehatan lebih mendasar dan para pasien dapat menerapkan pola makan sehat dan seimbang yang disertai dengan minum obat secara teratur.

Jika dibiarkan dan tidak diobati penyakit diabetes dapat berkembang menjadi berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, kebutaan, bahkan amputasi. Tentu jika sudah mengalami komplikasi penanganannya akan jauh lebih sulit. Untuk itu perlu adanya langkah pencegahan lebih awal agar hal tersebut dapat diminimalisir.