November 6, 2015

Seperti Apa Gejala-Gejala Diabetes Yang Dialami Seseorang


Tiga serangkai klasik mengenai gejala kencing manis atau diabetes mellitus adalah poliuri (urinasi yang sering), polidipsi (banyak minum akibat meningkatnya tingkat kehausan), dan polifagi (meningkatnya hasrat untuk makan). Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai di atas 160-180 md/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).


Dengan demikian, pada dasarnya gejala awal diabetes ini berhubungan dengan efek lansung dari kadar gula darah yang tinggi. Sehingga penderita akan merasa harus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Poliuri atau sering kencing terjadi karena pada orang dengan diabetes mellitus akan terjadi penumpukan cairan dalam tubuhnya akibat gangguan osmolaritas darah yang mana cairan tersebut harus dibuang melalui kencing. Karena banyak cairan yang keluar maka orang dengan diabetes melitus akan merasa kehausan sehingga mereka ingin sering minum. 

Akibat dari menurunnya kemampuan insulin mengelola kadar gula dalam darah maka sering terjadi walau kadar gulanya sedang dalam keadaan normal namun tubuh merespon lain sehingga tubuh dipaksa untuk makan guna mencukupi kadar gula darah yang bisa direspon oleh insulin. Apabil kita terlambat makan maka tubuh akan memecah cadangan energy lain dalam tubuh seperti lemak sehingga badan menjadi semakin kurus.

Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengompensasikan hal ini, penderita sering kali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala lainnya adlah pandangan kabur, pusing, mual, dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olahraga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe 1 hampis selalu mengalami penurunan berat badan. Namun, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 tidak mengalami penurunan.

Pada penderita diabetes tipe 1, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di darah tinggi, tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energy dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, dimana zat tersebut merupakan senyawa kimia beracun yang dapat menyebabkan gula menjadi asam (ketoasidosis).

Baca Artikel Terkait : Diabetes Tipe 1

Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, ditambah rasa mual, muntah, lelah, dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat, karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaam darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan 1 kali penyuntikan insulin atau mengalami stress akibat infeksi, kecelakaan, atau penyakit serius.

Baca Artikel Terkait : Mengapa Tubuh Memerlukan Insulin

Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stress-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang, dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Baca Artikel Terkait : Diabetes Tipe 2

Untuk lebih jelasnya, tanda-tanda seseorang itu terkena atau mengidap diabetes adalah sebagai berikut : gejala diabetes tipe 1 muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak sebagai akbiat dari kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik. Gejala-gejalanya antara lain adalah :
-          Sering buang air kecil
-          Terus menerus lapar dan haus
-          Berat badan menurun
-          Kelelahan
-          Penglihatan kabur
-          Infeksi pada kulit yang berulang
-          Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
-          Cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun

Sedangkan gejala diabetes tipe 2 muncul perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti gejala diabetes tipe 1, yaitu :
-          Cepat lelah, kehilangan tenaga, dan merasa tidak fit
-          Sering buang air kecil
-          Terus menerus lapar dan haus
-          Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya
-          Mudah sakit yang berkepanjangan
-          Biasanya terjadi pada mereka yang berusai di atas 40 tahun, tetepi prevalensinya kini semakin tinggi pada golongan akan-anak dan remaja
Gejala-gejala tersebut sering diabaikan karena dianggap sebagai keletihan akibat kerja. Jika glukosa darah sudah tumpaj ke saluran uti dan urin tersebut tidak disiram, maka akan dikuburi oleh semut yang merupakan tanda adanya gula.

Gejala lain yang biasa muncul adalah:
Penglihatan aktif
Luka yang lama sembuh
Kaki terasa kebas, atau terasa terbakar
Infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita
Impotensi pada pria

Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 40, tetapi prevalensinya makin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja. Riset juga menemukan bahwa kebanyakan orang yang mengalami gejala pre-diabetes, yaitu kondisi yang merupakan perdahuluan dari munculnya diabetes tipe 2, tidak menyadari bawah ia sedang diincar oleh diabetes yang berbahaya.

Jika anda merasakan gejala-gejala tersebutm segeralah berkonsultasi dengan dokter dan segera lakuakan pemeriksaan gula darah.

Pada penderita diabetes tipe 1, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepta ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum

Kadar gula di dalam darah adalah tinggi, tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energidari sumber yang lain. Sel lemak dipecahdan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).

Pada penderita diabetes tipe 1, terjadi suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Meskipun kadar di dalam darah tinggi, tetapi sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energy dari sumber yang lain. Sumber untuk energy dapat berasal dari lemak tubuh.. sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis)

Baca Juga : Apa Itu Ketoasidosis?

Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang luar biasa, mual, muntah, dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas pencerita tercium seperti aseton. 

Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.  Bahkan setelah menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika melewati satu kali suntikan saja. Atau mengalami stress akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius. Sebaliknya,   Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun.