May 19, 2016

Diabetes Insipidus Adalah


diabetes insipidus
Diabetes Insipidus
Sumber Gambar : popista.com

Ketika anda membaca artikel apa persamaan antara diabetes insipidus dengan diabetesmellitus maka sejatinya itu sebatas persamaan antara kedua penyakit tersebut. Untuk penjelasan lengkap mengenai diabetes mellitus sudah saya berikan, namun untuk diabetes inspidus masih belum saya berikan. Untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi tersebut.


Agar apa? Agar informasi tidak hanya satu pihak saja. Tentunya anda sangat ingin tahu seperti apa diabetes insipidus itu?

Ketika saya mencari informasi terkait hal tersebut, maka sangat jarang saya menjumpainya. Ada beberapa website yang menampilkan informasi tersebut, tapi maaf informasinya sangatlah tidak lengkap.

Untuk itu saya tergerak mencari informasi diabetes insipidus dari website luar negeri dengan harapan saya dapat menemukan bahan disana dan saya olah pada blog penyakit-diabetesmellitus ini. Alhamdulillah informasi yang ada lebih dari cukup untuk saya sajikan kepada anda semua. Tanpa panjang lebar lagi. Yuk kita belajar bersama.

Diabetes insipidus hampir sama dengan diabetes mellitus, bahwa penderitanya akan mengalami buang air kecil dalam jumlah besar. Urin yang dikeluarkan bentuknya sangatlah encer, berbeda dengna urin orang normal pada umumnya. Biasanya mereka akan terbangun pada malam hari karena ingin buang air kecil. Bahkan diantara penderita diabetes insipidus sampai ada yang mengompol  Kemudian gejala lain yang di derita oleh penderita diabetes insipidus merasakan rasa haus yang sangat.

Sebagai mana diabetes mellitus, diabetes insipidus juga dibagi menjadi berbagai jenis. Tentunya dari jenis-jenis yang ada didasari pada penyebab yang berbeda juga. Diantaranya Central Diabetes Insipidus (CDI), kemudian Nephrogenic Diabetes Insipidus  (NDI), dan Gestational Diabetes Insipidus. Dari ketiga jenis diabetes tersebut, salah satu jenis yang paling umum terjangkit pada tubuh manusia adalah bentuk neurologis, atau biasanya disebut dengan Central Diabetes Insipidus (CDI).

Meskipun keduanya memiliki nama yang umum di telinga masyarakat, namun keduanya memiliki kondisi yang sama sekali berbeda antara satu dengan yang lain. Memang keduanya menghasilkan urin dalam jumlah besar, dan istilah diabetes itu sebenarnya diambil dari bahasa Yunani yang berarti siphon atau penyedot.

Untuk diabetes insipidus, masalah yang timbul disebabkan ketidak maksimalan kinerja hormon antidiuretik. Berbeda dengan diabetes mellitus kan yang penyebabnya adalah hormon insulin. Untuk CDI hal ini terkait produksi hormon tersebut, sedangkan untuk NDI terkait respon ginjal terhadap hormone antidiuretik.

Perlu anda ketahui, bahwa kejadian total penderita diabetes insipidus di seluruh dunia juga tidak main-main. Jika dijelaskan dengan angka, maka setiap 100.000 penduduk, ada 3 orang yang terjangkit penyakit ini.

Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus
Untuk tanda dan gejala bahwa seseorang terjangkit penyakit ini adalah sebagai berikut :
-          Ingin buang air kecil terus (berlebihan) bahkan ada beberapa yang sampai mengompol karena besarnya urin yang keluar. Terutama pada malam hari, mereka jauh lebih banyak buang air kecilnya dibandingkan dengan pagi atau siang hari
-          Rasa haus yang sangat, untuk penderita jenis ini sangat menginginkan air dingin, kadang-kadang air es hingga es
-          Urin yang dibuang tidak mengandung glukosa
-          Penglihatan menjadi kabur

Pada anak-anak, tanda dan gejala diabetes insipidus adalah :
-          Mengurangi nafsu makan mereka
-          Berat badan menurun
-          Bisa diawali dengan demam, muntah atau diare.

Untuk orang dewasa mungkin bisa menjalani kehidupan mereka selama berpuluh-puluh tahun asal cukup minum setiap harinya. Berbeda dengan anak-anak yang kadang rewel ketika disuruh minum dalam jumlah besar. Hal ini terkait dehidrasi yang akan sering terjadi apabila penderita DI (diabetes insipidus) terlambat untuk mengonsumsi air.

Diagnosis
Untuk membedakan DI dengan DM selain dari kelebihan buang air kecil adalah, kadar glukosa darah, kadar bikarbonat, dan tingkat kalsium yang perlu diuji di lab. Pengukuran elektrolit darah dapat mengungkapkan tingkat natrium yang tinggi ( hipernaremia dan meningkatkan dehidrasi) .

Analisis Urin menunjukkan bahwa urin yang encer memiliki berat jenis yang rendah. Kemudian osmolaritas dan kadar elektrolitnya rendah. Ada juga tes kekurangan cairan yang dapat dijadikan patokan untuk mengetahui penyebab dari diabetes insipidus. Apakah penyakit tersebut disebabkan cacat dalam produksi ADH ataukah respon ginjal untuk ADH itu sendiri.

Tes ini dapat mengukur urin, perubahan berat badan, dan komposisi urin ketika cairan tersebut ditahan untuk menginduksi dehidrasi. Respon normal dari tubuh untuk keadaan dehidrasi adalah menghemat air dengan berfokus pada urin.

Untuk mereka yang terkena diabetes insipidus maka akan terus mengeluarkan urin dalam jumlah besar. Dalam kasus polidipsia primer, osmolalitas urin harus ditingkatkan dan distabilkan diatas 280 Osm/kg dengan pembatasan cairan. Jika stabilitas yang didapat lebih rendah maka hal tersebut mengindikasikan diabetes insipidus. Stabilitas dalam tes ini dapat diperhatikan ketika terjadi peningkatan osmolalitas urin dari 30 Osm/kg per jam selama 3 jam. Kadang-kadang mengukur kadar ADH juga diperlukan ketika tes ini hampir selesai, namun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Klasifikasi Diabetes Insipidus :


Diabetes Insipidus Neurogenik
Diabetes ini juga dikenal dengan sebutan CDI (Central Diabetes Insipidus). Diabetes ini disebabkan oleh produksi vasopressin yang berkurang di hipotalamus dengan berbagai penyebab. Penyebabnya antaranyatrauma di kepala, tumor jinak pada daerah hipotalamus, beberapa obat yang memang dapat menimbulkan gejala penyakit ini, dll

Diabetes Insipidus Nefrogenik
Diabetes ini disebabkan oleh ketidakmampuan organ ginjal untuk merespon vasopressin.

Diabetes Insipidus Dipsogenik
Diabetes jenis ini penyebabnya adalah asupan yang berlebih dari cairan yang bertentangan dengan defisiensi vasopressin arginin. Ini juga bisa disebabkan cacat pada daerah hipotalamus.

Iiabetes Insipidus Gestasional
Sama seperti diabetes mellitus gestasional. Penyakit ini terjadi selama masa kehamilan.

Pengobatan untuk setiap jenis DI


CDI (Central Diabetes Insipidus) dan Gestational DI
Kedua penyakit ini dapat merespon desmopresin yang diberikan sebagai intranasal atau obat minum. Obat antikonvulsan, carbamazepine memiliki kekuatan untuk pengobatan jenis DI ini. Untuk gestational DI cenderung mengalami pengurunan pada empat hingga enam minggu, meskipun pada beberapa kasus dimana beberapa wanita dapat terkena penyakit tersebut pada kehamilan selanjutnya. Dalam dipsogenic DI, demopresin tidak menjadi pilihan.

Diabetes Insipidus Nefrogenik
Desmopresin akan efektif pada penyakit ini dengan membalikkan penyebabnya (jika hal tersebut memungkinkan) dan mengganti deficit air bebas. Hydrochlorothiazide diuretik (diuretik thiazide) atau indomethacin  dapat digunakan untuk membuat hipovolemia ringan yang mendorong garam dan air serapan di tubulus proksimal dan dengan demikian memperbaiki insipidus nefrogenik diabetes.