May 20, 2016

Konsumsi Pare Adalah Solusi Tepat Melawan Diabetes


buah pare bermanfaat untuk diabetes
Buah Pare Bermanfaat Untuk Diabetes
Sumber Gambar : Tokopedia.com

Banyak hal yang telah dilakukan guna menyelesaikan permasalahan diabetes ini. Salah satunya menggunakan bahan-bahan alami. Dimana bahan-bahan tersebut sebenarnya sudah disediakan alam, tinggal manusia mau menggunakannya atau tidak.


Kalau anda masih ingat, bahwa saya membuat beberapa artikel terkait bahan-bahan alami yang mampu mengobati diabetes. Kali ini saya mencoba memberikan sajian yang berbeda. Apa maksudnya? Maksudnya adalah rupanya ada bahan alami lain yang mampu menyembuhkan diabetes. Apakah bahan alami tersebut? Yaitu pare.


Apakah anda mengenal pare? Tentu saja. Ketika kita membeli makanan siomay, tentu kita akan ditawari menggunakan pare atau tidak. Kemudian ada juga masakah tumis pare yang biasanya disajikan para ibu-ibu untuk suami mereka.

Buah Pare

Pare merupakan tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis, terutama di daerah Assam dan Burma. Tumbuhan ini merupakan suku dari labu-labuan atau Cucurbitaceae, dimana buah pare sudah digunakan sebagai pengobatan dan bahan masakan.

Tanaman ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
-          Berdaun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling
-          Buahnya bulat memanjang dengan rasa yang pahit
-          Bunga tunggal dengan dua kelamin, mahkotanya berwarna kuning

Tumbuhan ini tidak memerlukan cahaya yang banyak, sehingga walaupun ditanam pada daerah yang minim cahaya tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Di Negara-negara Asia Timur seperti Korea, Jepang, dan Cina, pare dimanfaatkan untuk pengobatan seperti gangguan pencernaan, penambah semangat, perangsang muntah, dan obat pencahar

Riset terkait buah Pare
Riset yang telah dilakukan di banyak Negara terutama di Jepang, India, Inggris, Jerman, dan Malaysia mempertegas bahwa pare berkhasiat sebagai antidiabetes. Yang sebenarnya pada tahun 1578 buah ini sudah dipergunakan sebagai pengobatan di Cina. 


Efek pare yang dapat menurunkan kadar gula darah sebelumnya telah diteliti dengan menggunakan hewan percobaan. Hewan percobaan yang digunakan saat itu adalah kelinci. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa buah pare dapat menstimulasi sel beta kelenjar pankreas di dalam tubuh untuk menghasilkan insulin lebih banyak dan juga menignkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah dosis yang diberikan pada manusia setara dengan dosis yang diberikan pada hewan percobaan? Sebab jika penggunaannya digabung dengan obat berbahan kimia yang sebelumnya memang telah dikonsumsi bisa terjadi hal yang tidak diketahui.

Nah, di balik penelitian ini tersimpan sejuta asa bagi penderita diabetes untuk dapat sembuh dari penyakitnya. Karena saat ini seluruh dunia sudah mulai meninggalkan pengobatan berbahan kimia secara perlahan dan menggantinya dengan bahan alami.

Bagaimana kalau ekstrak pare? Tentu saat ini dapat kita jumpai. Namun yang menjadi persoalan adalah amankah ketika penggunaan obat alami tersebut digabung dengan obat kimia yang sebelumnya memang sudah dikonsumsi secara rutin. Tentu harus dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Kita berdoa saja agar mendapatkan pencerahan dari penelitian selanjutnya dan berharap itu memberikan hasil terbaik bagi penyakit diabetes khususnya penduduk Indonesia yang terserang.