April 11, 2016

Orang Dengan Tekanan Darah Tinggi Beresiko Besar Terkena Diabetes Tipe 2


Resiko Tekanan Darah Tinggi Yang Berakibat Diabetes
Resiko Tekanan Darah Tinggi Yang Berakibat Diabetes
Sumber Gambar : en.wikipedia.org

Studi Global yang telah dilakukan menjelaskan bahwa orang yang memiliki tekanan darah tinggi di dalam tubuhnya beresiko besar menderita diabetes tipe 2. Besarnya faktor resiko tersebut adalah 60%.

Wakil Direktur di George Institute for Global Health UK yang bernama Prof. Kazem Rahimi berkata bahwa penelitian yang ia  lakukan bekerjasama dengan Universitas Oxford mengenai hubungan orang yang memiliki tekanan darah tinggi dan resiko diabetes menunjukkan hasil yang jelas bahwa memang ada hubungannya antara tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.


Baca Juga Artikel Berikut : Seseorang Yang Memiliki Tekanan Darah Tinggi Beresiko Terkena Diabetes



Dari temuan ini, mereka menyimpulkan dapat menggunakan strategi baru dalam mengobati dan mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

Beliau menjelaskan bahwa penyakit diabetes telah mempengaruhi lebih dari 400 juta penduduk di seluruh dunia dan kita mengetahui juga bahwa penderita diabetes lebih mungkin terkena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

Hubungan ini member harapan baru bagi para peneliti untuk penelitian selanjutnya. Kita memang tidak bisa mengatakan bahwa salah satu penyebab yang lain. Namun penelitian ini dapat menghubungkan titk-titik bahwa jika anda memiliki tekanan darah tinggi, maka ada kesempatan anda untuk terkena diabetes.

Berkaitan dengan hal tersebut, sebuah Journal of American College of Cardiology menunjukkan catatan kesehatan bahwa 4,1 juta orang dewasa di Inggris awalnya terbebas dari yang namanya diabetes tipe 2.

Baca Artikel Terkait : Diabetes Tipe 2, penyebab dan gejala

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan 20mm merkuri pada alat pengukur darah, maka sedikitnya ada 58% resiko diabetes tipe 2 yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Menurunkan tekanan darah adalah pengobatan yang terbaik guna mengurangi resiko diabetes. Ini adalah hasil yang sangat menggembirakan, dan saya berharap pada tahun-tahun mendatang dapat melihat perkembangan lebih lanjut mengenai hal ini,” kata Prof Kazem