April 8, 2016

Kemenskes Mengajak Masyarakat Untuk Memerangi Diabetes di Hari Kesehatan Sedunia


Ajakan Memerangi Diabetes
Sumber Gambar : WHO International

Penyakit diabetes menjadi sebuah ancaman serius bagi seluruh dunia, tak terkecuali dengan Indonesia. Berbicara mengenai diabetes, tema yang diusung pada hari kesehatan dunia yang jatuh pada tanggal 7 april 2016 adalah “Beat Diabetes”.


Hari Kesehatan Sedunia adalah hari dimana diselenggarakannya berbagai upaya kesehatan sebagai bentuk memperingati berdirinya WHO. Pada hari tersebut diambil sebuah tema yang akan diangkat dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat dunia kan kesehatan global.

Pada tahun 1948, WHO membuat pertama kali Majelis Kesehatan Dunia. Dan majelis itu menetapkan Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 april setiap tahunnya yang dimulai dari tahun 1950. Mereka mengadakan aktivitas untuk berkampanye akan kesehatan baik di tingkat internasoinal, regional, atau lokal tergantung dari tema yang diangkat.

Sharad Adikary, Perwakilah dari WHO South-East Asia Regional Office (WHO SEARO) mengatakan bahwa penyakit diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan membawa beban tinggi didalamnya. Penyakit ini disebut-sebut sebagai epidemi global yang banyak menghantam negara-negara dengan penghasilan rendah dan menengah.

Adikary berkata, “Perlu anda ketahui dari total kematian diabetes di seluruh dunia yang mencapai 3,7 juta, lebih dari seperempatnya berada di kawasan Asia Tenggara. Selain itu yang lebih memprihatinkannya lagi hampir separuh dari penderita diabetes di seluruh dunia yang mencapai jumalh 96 juta jiwa tidak mengetahui bahwa mereka telah terkena diabetes.

Hal ini tentu menjadi ancaman yang serius, mengingat beban yang diberikan penyakit diabetes melitus tidak hanya berada di sektor kesehatan, sektor ekonomi dan sosial juga tidak luput dari serangan tersebut. Oleh karena itu, pada tanggal 7 april yang lalu tema yang diangkat sebagai penringatan Hari Kesehatan Sedunia adalah “Beat Diabetes” yakni meningkatkan pencegahan , pengobatan dan melawan diabetes.


Kampanye Beat Diabetes sendiri terdiri dari 3 tujuan utama, yaitu yang pertama meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait bahaya dan peningkatan kasus diabetes. Hal ini lebih ditujukan kepada masyarakat di negara dengna penghasilan rendah dan menengah dibandingkan dengan masyarakat di negara yang berpenghasilan tinggi.

Kenapa? Karena banyak yang masih belum paham akan bahaya diabetes. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, masyarakatnya sudah bisa mengetahui informasi ini dan mereka langsung mencoba mempraktekkan apa yang telah diperintahkan dokter kepada mereka.

Kedua, yaitu meningkatkan penanganan diabetes secara efektif, spesifik, dan terjangkau. Hal ini mengingatkan akan WHO yang diharapkan dapat memperbanyak upaya pencegahan, diagnosis dini, dan penanganan pasien diabetes.

Terakhir, yang ketiga adalah menyadarkan masyarakat akan beban ekonomi, sosial, dan kesehatan terkait penyakit diabetes melitus ini. Karena masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah masih banyak yang belum sadar untuk melakukan pola hidup sehat. Dan diharapkan dengan kampanye ini, banyak masyarakat yang akhirnya sadar dan mulai untuk menata pola hidup sehat mereka sendiri.


Kemenkes Mengajak Masyarakat Untuk Memerangi Diabetes


Dalam upaya yang dilakukan oleh WHO, rupanya Kementrian kesehatan Indonesia juga turut membantu mensosialisasikan akan bahaya diabetes kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan Hari Kesehatan Sedunia.

Dr M Subuh, seorang direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan menjelaskan bahwa, “kita berupaya agar dapat menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa penyakit diabetes merupakan ancaman besar dalam kesehatan.

Oleh karena itu  pemerintah mendorong agar masyarakat Indonesia mampu berupaya memproteksi dirinya sejak dini sebagai langkah awal pencegahan penyakit diabetes.  Pemerintah sendiri mempunyai program deteksi dini diabetes melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang terdapat di puskesmas-puskesmas di Seluruh Indonesia. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan deteksi dini terdapat penyakit diabetes.


Dr Subuh mengatakan bahwa sudah ada 13.516 Posbindu di Seluruh Indonesia yang akan membantu masyarakat dalam mendeteksi dini penyakit tersebut.

Beliau menerangkan lagi bahwa Pemerintah mengangkat tema “Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes” pada Hari Kesehatan Sedunia sebagai bentuk edukasi bahwa penyakit ini dianggap sebagai ancaman seirus di Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit yang menduduki peringkat ketiga dalam menyumbang kematian penderitanya setelah penyakit jantung dan stroke.

Dr Subuh menjelaskan bahwa penyakit ini bukan hanya menyasar orang tua, namun orang muda juga dapat terkena penyakit ini juga. Dan yang lebih harus diwaspadai adalah penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Oleh karenanya dr Subuh memberi gelar penyakit ini dengan :”Silent Killer”.

DR dr Sidartawan Soegondo, seorang pakar diabetes menjelaskan bahwa seseorang dapat terkena diabetes jika ia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-          Berusia di atas 40 tahun (namun usia muda juga banyak terjangkit)
-          Memiliki lingkar perut di atas 90 cm
-          Memiliki riwayat keturunan diabetes
-          Jarang mengonsumsi buah dan sayur
-          Jarang berolahraga
-          Pernah melahirkan bayi diatas 4 kg
-          Memiliki tekanan darah tinggi

Sidartawan mengatakan bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan. Yaitu dengan cara mengontrol agar kadar gula darahnya bisa stabil setiap saat. Hal tersebut dapat memperpanjang masa hidup seseorang dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Oleh karena itu deteksi dini yang dilakukan di Posbindu dapat membantu masyarakat untuk mengetahui kesehatan tubuh mereka yang sebenarnya, apakah mereka memiliki resiko diabetes atau tidak.