April 7, 2016

Berhati-hatilah Bagi Remaja Yang Suka Begadang, Karena Bisa Beresiko Diabetes



bahaya begadang mendatangkan diabetes
Bahaya Begadang Dapat Mendatangkan Diabetes
Sumber Gambar : cumibunting.com

Begadang memang diidentikkan dengan anak muda. Mereka lebih memilih menghabiskan waktunya di malam hari daripada pagi hari. Banyak diantra mereka yang pada pagi hari justru tidur sampai siang, sedangkan pada malam harinya mereka beraktivitas bahkan hingga menjelang subuh. Padahal yang mereka lakukan akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka sendiri.


Sebuah studi membuktikan bahwa remaja yang kekurangan tidur beresiko mengidap diabetes. Ialah Dr Bruno Geloneze dari Laboratory of Investigation on Metabolism and Diabetes, University of Campinas, Sao Paolo Brasil yang mengatakan bahwa remaja yang kekurangan jam tidurnya akan berefek pada diabetes. Dimana sebelumnya akan terjadi banyak lemak yang menumpuk di area perut dan pinggang. Hal tersebutlah yang membuat resistensi insulin semakin meningkat.

Penelitian tersebut melibatkan sedikitnya 615 remaja dengan rentan usia 10 hingga 19 tahun. Kemudian mereka diukur mulai dari berat badan, tekanan darah, tinggi badan, dan variabel kesehatan tubuh yang lain. Kemudian setelah variabel kesehatan tersebut diukur, barulah mereka mensurvei jam tidur masing-masing dari remaja tersebut.

“Studi yang dilakukan sebelumnya mencoba untuk menghubungkan antara kurangnya waktu tidur dengan resiko penyakit kardiovaskular. Padahal bahaya kurang tidur bukan hanya menuju kepada jantung dan pembuluh darah saja, melainkan seluruh metabolisme tubuh akan terganggu. Dan tentunya meningkatkan resiko seseorang terkena obesitas dan diabetes.” tutur Geloneze.

Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa rata-rata dari mereka hanya tidur 7,9 jam sehari. Namun juga ditemukan yaitu sebanyak 257 remaja yang tidur kurang dari 8 jam. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur 2 jam saja dapat menurunkan sensitivitas insulin.

Gelenoze mengutarakan bahwa jika sensitivitas insulin mulai berkurang, maka akan berdampak pada sulitnya gula tercerna menjadi energi. Jika hal ini terjadi dalam waktu lama, maka gula darah mereka akan menjadi tidak terkontrol dan kemampuan tubuh menghasilkan insulin akan semakin berkurang.

“studi yang kami lakukan membuktikan bahwa kurang tidur dapat berperan besar menghadirkan resiko obesitas dan diabetes dalam kehidupan remaja,” tuturnya.