February 24, 2016

Yogurt Ternyata Membantu Mengendalikan Gula Darah Penderita Diabetes



Yogurt Dapat Mengendalikan Gula Darah
Yogurt Membantu Mengendalikan Gula Darah
Sumber Gambar : medicaldice.com

Bagi penderita diabetes, mengendalikan gula darah agar selalu stabil bukan urusan mudah. Karena jika salah bisa fatal akibatnya. Namun, anda tidak perlu khawatir sekarang karena baru-baru ini ditemukan makanan yang dapat membantu mengendalikan gula darah. Yup, yogurt terbukti mampu mengendalikan gula darah. Hal ini sudah diteliti oleh peneliti yang ada di Iran. Mengonsumsi yogurt dan vitamin D mampu mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes.


Penelitian tersebut setidaknya melibatkan 90 orang partisipan berusia dewasa. Semua orang tersebut dibagi menjadi 3 kelompok yang dimana semuanya diminta untuk mengonsumsi yogurt setiap hari. namun disini yogurtnya dibedakan antar kelompok untuk melihat hasil mana yang paling efektif.

Kelompok pertama diberi yogurt polos. Tidak ada tambahan zat apapun didalamnya. Kelompok 2 diberi yogurt yang sudah dicampur dengan vitamin D. sedangkan untuk kelompok 3 diberi yogurt yang telah dicampur dengan vitamin D dan kalsium.

Selama 12 pekan, ke 90 orang tersebut terus dialami. Dan pada awal pekan ke 13, para peneliti menemukan adanya perbaikan kadar gula darah pada kelompok 2 (yogurt + vitamin D). Berbeda halnya dengan kelompok yang diberi yogurt polos, kata Tirang Neyestani, Profesor di National Nutrition and Food Technology Research Institute di Iran.

Sebelum dari penelitian ini sudah pernah dilakukan penelitian yaitu terkait peran vitamin D pada pasien diabetes. Namun belum dapat menemukan sebab akibatnya. 


Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D memiliki efek positif pada penderita diabetes tipe 2, kata Dr. Anastassios Pittas, asisten professor kedokteran di Tufts University School of Medicine di Boston. Namun sayangnya ia tidak terlibat pada penelitian ini.

Pada penyakit diabetes tipe 2, tubuh mengalami kesulitan mempergunakan insulin untuk memproses glukosa dari makanan sehingga kadar gula dalam darah menjadi berlebih. Vitamin D diduga dapat membantu mengatur sensitivitas tubuh terhadap insulin bahkan memungkinkan ntuk memproduksi insulin.

Kalau kita kembali ke era 1980-an, maka banyak penelitian yang menyangkut pautkan antara vitamin D dengan penurunan resiko diabetes. Namun penelitian tersebut gagal menemukan manfaatnya. Sebagai contoh, sebuah studi yang baru terjadi menyatakan bahwa tidak ada hubungannya vitamin D dengan resiko wanita terkena diabetes tipe 2.

Beberapa peneliti langsung melakukan pengujian ini dengan memberikan vitamin D dan kemudian mengamatinya dari waktu ke waktu. Hal tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi vitamin D.

Untuk studi baru ini, 35 pria dan 55 wanita dibagi menjadi kelompok usia 30, dan semuanya diminta minum yogurt 2 kali sehari. Yogurt pertama adalah polos dengan kandungan kalsium 150 miligram. Yogurt kedua selain terdapat kalsium diperkaya juga dengan vitamin D sebesar 500 IU. Kemudian yogurt ketiga nilai kalsiumnya ditambah hingga 250 miligram, untuk vitamin D banyaknya tetap.

Setelah 3 bulan diamati, maka hasil pengamatan menunjukkan rata-rata kadar gula darah untuk kelompok polos meningkat sebesar 187-203 miligram per desiliter darah (mg/dl). Untuk kelompok yang yogurt yang diperkaya, gula darahnya mengalami penurunan dari awalnya 184 menjadi 172 mg/dl. Namun kadarnya masih 126 mg/dl sehingga masih tergolong diabetes.

Pittas mengatakan bahwa mereka yang tidak mengonsumsi yogurt dengan vitamin D malah semakin  buruk. Ini sunggung membingungkan.

Kelompok yogurt polos justru mengalami kenaikan kadar hemoglobin A1C, sedangkan kelompok yogurt dengan vitamin D kadar A1Cnya menurun. Lebih manisnya lagi kelompok yang  minum yogurt dengan vitamin D mengalami penurunan berat badansekitar 2-3 kg selama penelitian. Sedangkan untuk kelompok yogurt polos tidak mengalami penurunan.

“Meskipun perbedaan yang terlihat cukup kecil, namun ini dapat mempengaruhi kadar gula darah,” ujar pittas.

“Perlu diketahui penurunan berat badan sendiri dapat meringankan diabetes, terlepas dari apa penyebabnya,” lanjut pittas.

Ada hal yang perlu dicatat bahwa vitamin D yang ditambahkan ke dalam yogurt bukan suplemen. Untuk itu ketika mengonsumsi vitamin D tentu akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.

Dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition memberikan beberpaa bukti yaitu yogurt yang ditambahi probiotik (bakteri yang baik) dapat mengendalikan diabetes.