February 15, 2016

Beras Yang Ditanam Di Lahan Rawa Sangat Cocok Buat Penderita Diabetes



Beras Yang Cocok Untuk Penderita Diabetes
Beras Yang Cocok Untuk Penderita Diabetes
Sumber Gambar : Obrolansehat.com

Masyarakat Indonesia memang dikenal sangat suka dengan beras. Ada pepatah yang cukup lucu yang mungkin sudah menjadi tren di masyarakat, yaitu tidak kenyang sebelum makan nasi, walaupun sebelumnya makan  dalam jumlah besar (bukan nasi).


Berbicara mengenai beras, maka ada hal yang perlu anda ketahui bahwa bulir-bulir padi ternyata mempunyai karakteristik dan kandungan mineral yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan dimana padi tersebut ditanam.

Padi yang ditanam di rawa rupanya mempunyai karakteristik yang unik dibandingkan dengan padi yang ditanam di daerah bukan rawa. Padi yang ditanam di daerah rawa memiliki indeks glikemik rendah dan kaya akan mineral zat besi (Fe) serta Selenin.  Beras ini sangat cocok bagi penderita diabetes.

“Keunikan dari beras tersebut adalah kaya akan Selenium dan zat besi (Fe) yang baik untuk pembentukan sel darah merak. Selain itu indeks glikemiknya rendah jadi sangat cocok untuk penderita diabetes,” jelas Muhammad Syakir, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian saat di Pasar Minggu.

Syakir menjelaskan bahwa padi yang ditanam di lahan rawa merupakan varietas dari Padi Inpara. Padi tersebut sebelumnya memang telah ditanam di lahan rawa lebak dan diuji di laboratorium. Hasilnya memang menunjukkan indeks glikemiknya rendah.

Apa pengaruhnya indeks glikemik? Semakin tinggi indeks glikemik maka pengaruhnya semakin besar terhadap kenaikan kadar gula dalam darah. Bagi penderita diabetes seringkali membatasi makan nasi karena dianggap memiliki glikemik yang tinggi. “Padahal beras memiliki kisaran glikemik yang sangat luas,” kata Syakir.

Skala yang digunakan dalam indeks glikemik adalah 0-100. Dimana indeks glikemik dikatakan rendah jika berada di bawah skala kurang dari 50. Kemudian jika berada pada skala 50-70 maka indeks glikemiknya dinilai sedang. Sedangkan jika indeks glikemiknya diatas skala 70 maka dianggap tinggi.

Para penderita diabetes memerlukan makanan yang mengandung indeks glikemiknya rendah sehingga tidak menaikkan kadar gula darah mereka secara drastis. 


Berbeda dengan lahan sawah pada umumnya. Kondisi kekeringan seperti saat inii ditambah el nino membuat lahan sawah sulit mendapatkan air. Di sisi lain saat kemaruau rawa mengalami surut di genangan airnya namun masih bisa ditanami padi. Rawa yang dimaksud adalah rawa lebak dan rawa pasang surut.

Lahan rawa lebak pada kondisi normal maka sebagian wilayahnya tergenang air. Naming jika di musim kemarau maka permukaan air rawa akan makin surut. Hal ini menjadi berkah bagi para penanam padi karena luas lahan yang hendak ditanami menjadi semakin luas.

“Total luas lahan rawa yang dapat digunakan pada kondisi normal adalah 564.200 hektar.  Sedangkan pada musim kemarau ditambah el nino, maka potensi lahan rawa akan mengalami penigkatan menjadi sekitar 237.700 hektar. Semakin tinggi tingkat kekeringan, maka semakin luas pula lahan yang bisa digunakan,” ungkap Syakir.