January 27, 2016

Ben Coker Selalu Membawa Insulin ke Lapangan Setelah Divonis Terkena Diabetes

Ben Coker Divonis Terkena Diabetes
Ben Coker
Sumber Gambar : www.thesun.co.uk
Ben cooker, 26 tahun seperti pemain sepakbola pada umumnya. Tidak ada perbedaan yang terlihat pada bentuk fisiknya. Namun siapa sangka ternyata pemain professional klub Southend United FC yang bermain di League One ini didiagnosis terkena penyakit diabetes. Penyakit yang menjadi momok dimana sampai hari ini belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan.


Sebenarnya ben sudah menderita penyakit ini semenjak dia berumur 15 tahun ketika penyakit tersebut teridentifikasi. Bahkan dirinya sempat tak sadarkan diri selama beberapa detik ketika berada di lapangan.

Setelah kejadian tersebut, dirinya mengaku lebih sering merasa ingin buang air kecil dan haus yang sangat. Ketika diperiksakan ke dokter, rupanya ben positif terkena penyakit diabetes tipe 1.

“Saya tidak pernah mendengar mengenai ini sebelumnya dan tidak ada petunjuk yang mengarah ke penyakit ini, tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah “apakah saya masih dapat bermain sepakbola.” Ujar Ben yang dilansir Daily Mail.

Diabetes tipe 1 adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang ada di organ pankreas karena menganggapnya sebagai bahaya. Akibatnya pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur kadar gula dalam darah.


Agar dapat terus bermain, maka ia mempergunakan alat pompa insulin saat pertandingan. Hal itu juga diimbangi dengan asupan karbohidrat yang ia konsumsi setiap harinya.

“untuk setiap 10 gr karbohidrat yang saya makan, saya membutuhkan ekstra insulin untuk melawannya. Saya juga membawa minuman manis untuk keadaan darurat (saat gula darah menurun drastis),” Ujarnya.

Ben pernah mengalami hipoglikemia ringan ketika berada di rumah. Beruntungnya dirinya tidak mendapatkan hal tersebut saat berada di lapangan. Karena tentunya akan kerepotan.

Saat ini Ben terpilih menjadi duta Diabetes Britania Raya. Dirinya bertekad untuk menunjukkan kepada orang dewasa lainnya bahwa diabetes bukan menjadi penghalang hidup mereka. Mereka masih tetap bisa mengejar impiannya dan hidup dengan normal selama mengikuti aturan yang diberikan oleh dokter mereka.