January 28, 2016

Waspadai Keputihan Yang Menerus, Bisa Jadi Itu Tanda Diabetes


Keputihan Yang Menerus Bisa Beresiko Diabetes
Keputihan Menerus Bisa Pertanda Diabetes
Sumber Gambar : designtarium.blogspot.com

Hai para wanita, bagaimana kesehatanmu hari ini. terutama bagian kewanitaanmu. Apakah pernah mengalami keputihan yang terus menerus? Pastinya organ intim menjadi gatal. Jika sudah demikian maka anda harus waspada karena bisa jadi itu sebagai penanda penyakit diabetes mellitus. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan endokrin Tri Juli Edi Tarigan, bahwa dalam beberapa kasus dijumpai para wanita yang mengalami keputihan ternyata terkena diabetes.


“Waspadai masalah keputihan karena bisa jadi itu gejala kencing manis. Apakah keputihan sebelum dan sesudah mens? Lain, bukan keputihan itu yang dimaksudkan. Keputihan ini bersifat kental dan terjadi terus menerus, serta menimbulkan rasa gatal,” kata Tri dalam diskusinya di Jakarta.

Dr Tri menjelaskan, hal itu bisa saja terjadi dikarenakan seseorang mengalami kenaikan gula darah dan daya tahan tubuhnya rendah sehingga tidak mampu membunuh kuman atau bakteri. Akibatnya, keputihan yang disebabkan bakteri akan sering muncul.

“Kalau kencing manis, sel pertahanan tubuh atau bisa disebut dengan leukositnya mengalami penurunan kemampuan. Maka, ketika kuman masuk ke dalam tubuh dan mengakibatkan ketidakseimbangan metabolisme, hal tersebut tidak bisa sembuh secara cepat.” Tambah dr Tri

Gejala tersebut sering tidak dipahami oleh sebagaian wanita bahkan mereka tidak menyadarinya. Masalah lain yang juga sering tidak disadari adalah gigi dan gusi. Jika gula darah mengalami kenaikan maka gusi bisa terjadi pendarahan.

Untuk itu beliau menghimbau agar para wanita selalu rutin mengecek kadar gula darahnya. Jika hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa mereka terkena pre-diabetes atau bahkan diabetes. Maka tentu harus menjaga pola makan dan rutin olahraga.

Perlu diketahui, penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2014 saja sudah mencapai 9,1 juta jiwa. Angka tersebut membawa Indonesia meraih “peringkat” 10 negara dengan penderita diabetes tertinggi di dunia.