January 22, 2016

Anda Tidak Mau Terkena Diabetes? Mulailah Membentuk Tubuh Anda


Membentuk Tubuh Sebagai Bentuk Pencegahan Diabetes
Membentuk Tubuh Sebagai Bentuk Pencegahan Diabetes
Sumber Gambar : tipsehat4u.blogspot.com

Seperti banyak artikel yang saya buat menyebutkan bahwa penyakit diabetes sering dikaitkan dengan gaya hidup yang kurang sehat. Salah satunya adalah malas untuk bergerak. Padahal jika seseorang malas bergerak maka akan beresiko tinggi terkena penyakit ini. Jadi bukan hanya karena faktor kegemukan saja.


Penyakit diabetes terjadi karena adanya gangguan fungsi pankreas dalam menghasilkan insulin. Sehingga kebutuhan insulin di dalam tubuh menjadi berkurang. Menurut penjelasan dokter ahli endokrin dr Aris Wibudi, Sp. PD, kerusakan pankreas sebenarnya adalah “korban” dari berbagai kondisi. “Semua terjadi karena gangguan jaringan lemak, otot, dan juga liver,” kata beliau pada acara media diskusi mengenai diabetes.

Ia mengatakan, otot yang tidak sering digunakan akan menjadi kecil. Padahal hal ini berbanding lurus dengan kemampuan otot dalam menyerap gula dalam darah. “Semakin bagus ototnya, maka semakin baik pula metaboliknya. Otot tersebut tidak harus besar seperti halnya binaragawan, cukup proposional saja,” ujarnya.

Ketika otot kita menjadi kecil maka gula yang terserap pun akan terganggu. Untuk itulah diperlukan otot yang proposional agar jalannya gula darah yang terserap tidak terganggu. 


“Kalau kita jarang melakukan gerak, maka efek sampingnya adalah kelebihan energi yang dimana kelebihan tersebut diubah menjadi lemak dan disimpan di rongga perut. Maka dari itu jika orang tersebut jarang berolahraga maka akan terlihat perutnya yang semakin besar atau membuncit.” Kata dr Aris.

Tentunya tumpukan lemak tersebut berakibat buruk bagi kesehatan tubuh kita. Karena lemak dapat menghasilkan zat-zat yang merusak atau pro-inflamasi. Dampak yang dapat terlihat dari bertambahnya lemak di dalam tubuh adalah kadar trigliserida berada di atas angka 100 dan kolesterol baik (HDL) menjadi berkurang hingga 35.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini. Beliau memberikan saran agar kita rutin melakukan olahraga. “Tidak perlu aktivitas fisik yang berat untuk membentuk massa otot, yang penting adalah rutinitasnya. Usahakan kita melakukannya 5 kali dalam seminggu dengan intensitas waktunya antara 30-45 menit tergantung pada denyut nadi,” ujarnya.