January 26, 2016

Tahukah Anda Bahwa Separuh Pasien Diabetes Tidak Mendapatkan Pengobatan



Separuh Pasien Diabetes Tidak Mendapat Pertolongan
Sumber Gambar : www.kumpulankonsultasi.com

Jumlah penderita diabetes di Indonesia mengalami lonjakan dari tahun ke tahunnya. Saat ini diketahui bahwa pasien diabetes di Indonesia mencapai 7,6 juta orang. Namun, jumlah yang banyak tersebut tidak diikuti dengan pengobatan untuk setiap pasiennya. Baru 32-50% saja pasien yang mendapatkan terapi pengobatan. Padahal untuk menjadi tolak ukur keberhasilan dalam penanganan diabetes adalah dengan banyaknya pasien yang tertangani.


Hal ini terungkap dari pemaparan hasil laporan Blueprint for Change di Jakarta. Laporan itu dibuat oleh Novo Nordisk, perusahaan kesehatan global yang berlokasi di Denmark.

Dari laporan tersebut mengindikasikan bahwa diabetes dapat berdampak luas bagi Indonesia, khususnya pada belanja biaya kesehatan dan ekonomi. Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, bahkan sampai amputasi.

Menurut Prof. Achamad Rudijanto, Sp. PD, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia mengatakan bahwa harus ada upaya untuk memperpendek kesenjangan antara jumlah pasien dengan meratanya pemberian terapi pengobatan.

“Makin mudah pasien mendapatkan pengobatan, maka penyakit diabetes dapat ditangani dan dikendalikan,” katanya dalam acara jumpa pers di Kementrian Kesehatan.

Menanggapi hasil laporan dari Novo Nordisk, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan, Dr. Ekowati Rahajeng mengatakan keberhasilan penanganan pasien diabetes tidak hanya dilihat dari banyaknya terapi pengobatan yang berhasil digerakkan, namun juga sebanyak apa orang yang sudah mendapatkan edukasi promotif dan preventif.

“Upaya promotif dan preventif dapat mencegah seseorang untuk terkena diabetes. Upaya tersebut sama dengan mencegah pasien diabetes untuk terkena komplikasi terkait penyakit yang dideritanya. Kemudian ditambah menginformasikan pada pasien mengenai proses pengobatan yang harus mereka jalani”. Kata Dr. Ekowati