January 20, 2016

Kisah Sukses penderita diabetes tipe 2 : Ruth Sobieralski



Kisah Sukses Ruth Sobieralski
Nama: Ruth Sobieralski, usia 43
Lokasi: Mishawaka
, Ind.

Bulan ini menandai dua tahun sejak saya didiagnosa dengan diabetes tipe 2.

Saya punya
kegiatan rutin untuk mengontrol gula darah saya dengan latihan fisik. Glukosa darah puasa saya hampir 300 mg / dl, dan kolesterol saya juga sangat tinggi.


Saya memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2, dimana hal tersebut berasal dari kedua nenek dan bibi saya. Saya telah melihat orang kehilangan anggota badan dan menderita komplikasi lain dari penyakit ini. Ditambah, saya mengalami insulin-dependent (ketergantungan insulin) karena mengalami diabetes gestasional. Hal ini terjadi ketika mengandung putri saya, yang lahir pada bulan Juni 1998

Dimana hal tersebut  menempatkan saya pada risiko lebih tinggi diabetes mellitus jenis 2. Jadi saya harus memeriksakan diri secara teratur, tapi saya memilih tidak. Saya berharap dapat melakukannya aktivitas normal tanpa periksa secara teratur.


Baca Juga : Kisah Sukses Penderita Diabetes Tipe 2, Carmen Micciche

Dokter memberi
waktu saya tiga bulan untuk mengubah pola diet dan mulai berolahraga sebelum mencoba obat-obatan. Saya mengikuti rekomendasi diet saat itu juga. Otomatis hal tersebut berpengaruh terhadap segala makanan yang selama ini saya makan. Dimana banyak permen dan makanan yang mengandung karbohidrat harus saya rubah. Saya juga meninggalkan ranjang saya untuk berjalan sebanyak 5.000 langkah dan beberapa angkat berat. Semuanya saya jalankan.

Sebelumnya Saya tidak pernah menjalankan hal tersebut, dan merasa yakin tidak apa-apa.  Namun anak saya merasa senang ketika saya ada usaha untuk melakukan hal tersebut. saya sangat didukung oleh anak sehingga itu membuat saya semakin terpacu untuk melakukan latihan tersebut.

Baca Juga : 4 Ketakutan Diabetesi Yang Dapat Menghambat Proses Penyembuhan

Setelah tiga bulan,
kadar glukosa saya lebih baik tetapi tidak cukup menurut dokter sehingga saya diberi waktu tiga bulan lagi. Aku bertekad untuk memberikan segala kemampuan saya untuk benar-benar menjalankan saran dokter saya. Hari ini, saya masih mengontrol glukosa darah saya dengan diet dan olahraga, tidak ada obat-obatan. Saya mendapatkan karbohidrat hanya dari buah-buahan dan sayuran, dengan biji gandum atau beras merah sesekali. Dan saya berolahraga 4-6 kali seminggu. Hasilnya saya telah kehilangan hampir 55 pounds (sekitar 27 kg) sejak saya didiagnosa!

Cara saya melihat
semua ini, tidak ada makanan atau minuman di dunia ini yang senilai dengan  menempel jarum di kaki saya. Sementara saya tidak mungkin mengatasi genetika karena keturunan. jika saya pergi untuk pengobatan diabetes-yang mungkin akan terjadi akhirnya- saya bersumpah bahwa itu tidak akan terjadi pada diri saya karena hal tersebut merupakan pilihan buruk yang saya buat.

Jika Anda mengetahui bahwa anda berada pada risiko diabetes tipe 2, maka mulai dari sekarang makanlah sebaik mungkin (hindari makanan olahan!) dan aktif bergerak. Itu jauh lebih mudah untuk anda lakukan guna mencegah atau menunda timbulnya diabetes tipe 2 daripada untuk mengobatinya setelah terkena. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang akan mendukung dan memahami perubahan yang Anda butuhkan untuk
kembali sehat. Jangan merasa seperti Anda harus menjelaskannya atau membenarkan bagaimana pola hidup anda.

Ini jelas bukan perkara yang mudah, tetapi semakin Anda membuat keputusan untuk memilih makanan yang baik dan berolahraga secara teratur maka itu akan mengubah hidup
Anda. Perhatikan selalu berat badan  Anda.