January 13, 2016

Jombang dan Jati Belanda Dapat Bermanfaat Untuk Diabetes Anda



Manfaat Tanaman Jombang Bagi Diabetes
Manfaat Jombang dan Jati Belanda Untuk Diabetes
Sumber Gambar : quarknet.de

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa  ada bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi diabetes yang anda alami. Saya menemukan artikel yang membahas masalah ini lebih dalam. Akhirnya saya baca dan buat menjadi artikel seperti yang anda baca sekarang.



Tanaman jombang dan jati belanda memang dikenal masyarakat sebagai obat herbal karena keduanya memiliki khasiat yang luar biasa bagi kesehatan. Khususnya dapat mengatasi masalah diabetes.

Herbalis Mediabetea, Anthony Kiro mengatakan tanaman jombang atau Taraxacum officinale sering dianggap rumput liar. Padahal tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal. Tanaman ini dari sejak dahulu sudah dipergunakan sebagai obat herbal di berbagai belahan dunia. Semua bagian tanaman ini dapat digunakan, yaitu baik dari daun, bunga hingga akarnya.

“misalnya penyakit ginjal, hati, hepatitis, gangguan limpa, hingga anoreksia.” Uangkap Anthony

Anthony menjelaskan, beberapa study ilmiah face pertama menunjukkan bahwa tanaman jombang dapat digunakan untuk peluruh kencing atau diuretic. Selain itu juga dapat digunakan untuk menambah nafsu makandan mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

“Studi yang lain juga turut menunjukkan bahwa tanaman jombang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol total serta trigliserida,” jelas dia.

Sedangkan untuk jati belanda atau Guazuma ulmifolia penggunaannya sebgai obat  diabetes sangat popular di India dan Meksiko.

Dalam penelitian fase awal, jati belanda menunjukkan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan placebo dalam menurunkan level gula darah.

“Ketika herba tersebut dikombinasikan dengan C xanthorrhiza atau temulawak, hasilnya lebih baik lagi dalam menurunkan gula darah,” kata Anthony saat meluncurkan kemasan kapsul Mediabetea.

Sementara itu Dr dr Aris Wibudi SpPD KEMD CHT ABARM dipl, dokter spesialis penyakit dalam mengatakan bahwa sebaiknya penggunaan herba harus disertai pehamanan mengenai mekanisme kerjanya. Dengan catatan, selama dokter bisa tetap mengawasi kondisi pasien ketika menggunakan herba tersebut

“Dokter punya parameter. Bukan sekedar obat dan herbalnya, tapi lebih kepada dampak kesehatannya,” tegas dia

Dr Aris juga mengingatkan un tuk menjaga konsumsi herbal yang berasal dari sambiloto. Karena dikhawatirkan membuat gula darah menurun drastic bila tidak dijaga konsumsinya. Sehingga dikhawatirkan terjadi hipoglikemia, yaitu gangguan kesehatan yang terjadi akibat kada gula dalam darah di bawah batas normal yaitu kurang dari 70-110 mg/dl.