June 1, 2016

Penelitian Mahasiswa UGM, Darah Sapi Bisa Mengobati Luka Diabetes



Darah Sapi Mampu Obati Luka Diabetes
Sumber Gambar : peternakansapipotong1.wordpress.com

Seperti yang kita ketahui, bahwa luka seorang penderita diabetes sulit untuk disebuhkan. Bahkan jika dalam tempo waktu tertentu harus berakhir pada amputasi untuk menghindari bagian tubuh lain terkena infeksi. Hal tersebut terjadi karena respon inflamasi yang cukup panjang.


Kondisi inilah yang melatar belakangi beberapa mahasiswa UGM untuk membuat obat penyembuh luka yang efektif bagi penderita diabetes. Mereka adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Mahasiswa Farmasi. Kelompok mahasiswa ini terdiri dari 5 orang, dimana 4 dari fakultas kedokteran hewan dan satunya dari farmasi.

Nama mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah Rahmad Dwi Ardhiansyah, Riefky Pradipta Baihaqie, Muhamad Atabika Farma Nanda, Muhammad Nuriy Nuha Naufal, dan Kurnia Rahmawati. Mereka dibimbing langsung oleh seorang dosen yang bernama Yuda Heru Fibrianto.

Penelitian yang mereka lakukan yaitu mengembangkan limbah darah sapi guna penyembuhan luka penderita diabetes. Rahmad berkata, “Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan limbah darah sapi yang selama ini hanya dibuang begitu saja.”

Penelitian ini diawali dengan pemisahan platelet dari darah sapi. Kemudian hasil pemisahan tersebut dicampur dengan biasis cream sehingga menjadi homogen. 


Apa itu platelet?
Menurut kamus kesehatan, platelet adalah potongan kecil dari sebuah sel yang ditemukan dalam darah yang terlepas dari sel besar. Sel ini ditemukan di sumsum tulang belakang. Kemudian fungsi Platelet sendiri adalah menyembuhkan luka dan mencegah pendarahan dengan membentuk gumpalan darah.

Rahmad melanjutkan, “Krim tersebut akan menjadi obat tipikal pada kulit. Ketika obat tersebut dioleskan pada luka, maka obat tersebut akan mudah merekat dan mempercepat penyembuhannya tanpa bekas luka.”

Percobaan ini telah diujikan kepada tikus. Hasilnya limbah darah sapi sangat efektif untuk mengobati luka pada penderita diabetes. Hal tersebut ditandai dengan kesembuhan yang baik pada tikus tersebut dan tidak ada bekas luka yang ditampakkan.

Saat ini obat yang mereka uji sedang dalam proses pematenan. Kurnia, salah satu peneliti tersebut mengungkapkan bahwa selain luka diabetes yang dapat disembuhkan dengan obat mereka, bisa juga untuk menyembuhkan luka yang lain seperti luka gores, bakar, bekas bedah dan lain-lain.