June 7, 2016

Mencegah Agar Gula Darah Tidak Berlebih



Penyakit diabetes banyak menyebabkan orang meninggal. Akibat dari komplikasi yang mereka derita. Namun, banyak diantara penderita diabetes yang tidak menyadari akan hal tersebut. Sebenarnya masalah intinya adalah kelebihan gula darah di dalam tubuh

Secara umum penyakit ini membuat tubuh mengalami resistensi insulin. Apa akibatnya? Gula darah menjadi naik lantaran hormon yang seharusnya mengubah gula menjadi energi malah tidak bekerja dengan semestinya yaitu 200 mg/dl bagi yang tidak berpuasa, dan 130 mg/dl bagi yang berpuasa.

Menurut dokter Cicie Arina, kadar gula yang tinggi di dalam tubuh akan berakibat buruk seperti menyebabkan kerusakan saraf, pembuluh darah dan struktur internal lain. Selain itu, komponen penyusus pembuluh darah bisa menebal dan bocor.


Penebalan yang terjadi pada daerah pembuluh darah mengakibatkan aliran darah yang seharusnya lancer menjadi terhambat. Cicie melanjutkan karena hal tersebut maka dapat menyebabkan komplikasi di organ lain seperti pembuluh darah, jantung, otak, mata, ginjal, dan saraf.

Dokter cicie menjelaskan bahwa pdarah yang kurang lancar dapat membuat penderitanya mengalami hipertensi, stroke, mata rabun, gagal ginjal, lemak dalam darah meningkat dan kerusakan saraf.

Akibat lemak yang semakin banyak di dalam tubuh dapat mempercepat terjadinya aterosklerosis, atau bahasa mudahnya penimbunan plak di dalam pembuluh darah.

Untuk gangguan saraf bagi penderita diabetes biasanya berbentuk seperti nyeri, kesemutan, dan menimbulkan ada rasa terbakar pada bagian tertentu. Selain itu juga gangguan saraf yang ada membuat penderita tidak dapat merasakan perbedaan tekanan dan suhu akibat dari kulit menjadi sering cedera

Perlu diingat, penderita diabetes jika mengalami luka akan sulit sembuh daripada mereka yang normal. Jika sudah terjadi luka, maka harus segera mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak terjadi infeksi yang pada akhirnya bermuara pada amputasi.


Untuk itu, dokter cicie berbagi tips kepada kita agar selalu menjaga pola makan. Karena dengan melakukan hal tersebut, kadar gula darah menjadi normal. Selain itu juga para penderita diabetes juga diharapkan memeriksakan kesehatannya rutin setiap 2 minggu atau 1 bulan sekali agar mengetahui seberapa besar kadar gula darah mereka saat itu.

Tips selanjutnya adalah dianjurkan untuk sering berolahraga agar efektifitas insulin terjaga. Kemudian obat anti diabetes yang diberikan juga jangan lupa untuk diminum.

Seorang ahli gizi RSUD dr Sayidiman Magetan yaitu Budi Warniati mengatakan bahwa untuk mengatur pola makan tidak bisa begitu saja dilakukan, karena setiap orang memiliki struktur tubuh yang berbeda sehingga membutuhkan saran gizi yang berbeda pula.

Beliau melanjutkan, bahwa bagi penderita diabetes harus menerapkan system 3J, yaitu mengatur jumlah jenis, dan jam makan. Dimana jumlah harus disesuaikan dengan berat, tinggi badan, dan jumlah kalori yang dibutuhkan.

Penderita diabetes harus menghindari makanan olahan yang mengandung gula murni seperti dodol, kecap, kue, dll. Intinya adalah penderita diabetes dianjurkan untuk selalu menjaga jumlah kalori di dalam tubuh.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang sudah terkena komplikasi? Maka jumlah protein harus ditambahkan dalam asupan makanan sehari-hari. Sebagai gambaran mengenai hal ini, maka jika kebutuhan orang normal akan protein sebesar 1 gram perkilogram berat badan, maka jika untuk pendrita diabetes yang sudah terkena komplikasi maka proteinnya ditambah menjadi 1,5 gram perkilogram berat badan.