June 6, 2016

Beberapa Komplikasi Utama Terkait Puasa Dan Cara Manajemennya



Manajemen Puasa
Sumber Gambar : falah-kharisma.blogspot.com
Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Senang rasanya melihat seluruh umat muslim berbondong-bondong pergi ke masjid untuk melakukan ibadah. Nah, agar kondisi tubuh selalu fit maka perlu kiranya kita menjaga kesehatan tubuh. Jangan sampai sakit.


Berbicara mengenai menjaga kesehatan, untuk diabetesi juga tak luput dari hal ini. Ada beberapa pihak yang menyarankan untuk tidak berpuasa, namun ada beberapa dari pihak penderita diabetes tetap ingin berpuasa, mengingat ini perintah dan hanya terjadi 1 tahun sekali. Belum tentu dapat bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.

Semua itu keputusan pribadi. Namun, tentu ketika mengambil keputusan tersebut harus memahami resiko yang mungkin dapat muncul. Sehingga ada langkah pencegahan agar resiko tersebut dapat diminimalisir.

Berikut resiko yang mungkin terjadi :
1. Hipoglikemia

Hal ini terjadi ketika gula darah mengalami penurunan akibat kekurangan asupan makanan. Diabetes Control and Complications Trial (DCCT) menunjukkan adanya peningkatan tiga kali lipat pada pasien yang terkena hipoglikemia dengan memiliki rata-rata nilai HbA1c sebesar 7%.

Diperkirakan hipoglikemia menyebabkan kematian pada pasien diabetes sebesar 2%-4% pada penderita diabetes tipe 1. Bagaimana dengan penderita diabetes tipe 2? Tidak ada data yang dapat memperkirakan apakan penderita diabetes tpe 2 yang mengalami hipoglikemia juga mengalami hal yang sama.

Namun yang jelas, kasus kematian yang disebabkan hipoglikemia pada diabetes tipe 2 sangat jarang ditemukan dibandingkan dengan diabetes tipe 1.

2.  Hiperglikemia
berbeda dengan hipoglikemia, hiperglikemia adalah kondisi dimana penderita diabetes mengalami lonjakan gula darah. Dan hal ini biasa terjadi pada pasien diabetes yang memiliki riwayat diabetes akut namun tetap berpuasa. Kejadian ini juga mengalami peningkatan secara signifikan atas pelaporan yang masuk terkait penderita diabetes yang dirawat di rumah sakit.

3.  Diabetes ketoasidosis
Mereka yang memiliki diabetes tipe 1, akan beresiko mengalami diabetik ketoasidosis, hal ini akan terjadi ketika mereka mengalami hiperglikemik sebelum Ramadhan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena terjadi pengurangan dosis insulin berlebihan, berdasarkan asumsi bahwa asupan makanan juga berkurang selama berpuasa 1 bulan penuh.

Manajemen berpuasa


Kejadian di atas bukan untuk menyurutkan penderita diabetes untuk mengagalkan rencana puasanya. Namun lebih kepada pengetahuan agar mereka melakukan upaya-upaya pencegahan agar resiko tersebut dapat berkurang.

Mengingat puasa adalah hal wajib bagi setiap muslim dan banyak studi yang mengatakan bahwa puasa itu mendatangkan banyak manfaat.


Oleh karena itu penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter mereka terkait rencana puasa yang akan dijalankan. Agar puasa mereka dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu diabetes yang dimilikinya.

Ada beberapa tips agar puasa yang dijalani dapat berjalan dengan aman, yaitu antara lain :

1.     Pantau kadar glukosa lebih sering
Bagi penderita diabetes hal ini harus dilakukan agar resiko-resiko diatas tidaklah terjadi. Terutama bagi mereka yang membutuhkan insulin. Paling tidak lakukan tiga hingga empat kali dalam sehari.

2.     Pengaturan nutrisi
Berbeda dengan bulan lain, penderita diabetes harus benar-benar memperhatikan pola makan mereka selama bulan Ramadhan. Tujuannya agar mempertahankan berat tubuh yang konstan.

Karena ada proses pencernaan yang mengalami penundaan, maka sangat disarankan bagi diabetesi untuk memakan makanan yang memiliki karbohidrat kompleks pada saat sahur. Sedangkan untuk berbuka lebih memilih karbohidrat yang lebih sederhana. Jangan lupa juga untuk memperbanyak asupan cairan dan mengakhirkan sahur.

3.     Olahraga
Diabetesi harus mempertahankan aktivitas fisik yang dilakukan. Namun tentu ada penyesuaian pada saat bulan Ramadhan. Hindari kegiatan fisik yang berlebihan karena dapat beresiko hipoglikemia. Disarankan jika ingin berolahraga pada malam hari setelah berbuka.

4.     Berbuka puasa
Bagi penderita diabetes ada keringanan terkait penyakit yang dideritanya. Jika kondisi gula darah mereka < 60 mg/dl (3,3 mmol/l) maka mereka harus menghentikan puasa mereka. Karena saat itu penderita diabetes mengalami hipoglikemia.

Dan begitu juga ketika gula darah mereka mencapai lebih dari 300 mb/gl (16,7 mmol/l). mereka harus segera membatalkan puasa mereka. Ada juga kondisi dimana seseorang memiliki kadar gula  < 70 mg/dl (3,9 mmol/l) setelah beberapa jam pertama dimulai puasa. Terutama jika mereka menggunakan insulin pada dini hari. Itu juga harus segera dibatalkan puasanya.

5.     Penilaian medis pra-Ramadhan
Semua penderita diabetes yang ingin melakukan puasa harus melakukan persiapan sebelum mereka benar-benar menjalankan puasa. Harus ada persiapan yang baik agar puasa yang dijalankan dapat terasa nyaman dan tanpa gangguan. Tentunya hal ini terkait denga konseling dan penilaian medis oleh dokter anda. Sehingga sudah seharusnya anda memeriksakan diri dan berkonsultasi untuk mendapatkan persiapan yang matang.

Semoga ibadah puasa yang kita jalankan dapat semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Ta’ala dan Allah mempermudah bagi hamba-Nya yang ingin beribadah.