February 2, 2016

Ketika Sudah Positif Terkena Diabetes, Kapan Mulai Suntik Insulin?


Jika Positif Diabetes, Maka Kapan Suntik Insulin?
Kapan Suntik Insulin?
Sumber Gambar : portalkeuangan.net

Bagi para penyandang diabetes, kadar gula dapat dikontrol dengan baik melalui pengaturan pola makan dan aktivitas fisik yang dilakukan setiap harinya. Selian itu perlu ditambahkan obat-obatan guna mencegah timbulnya komplikasi.


Pemberian suntik insulin kepada para penderita diabetes sering dianggap jalan terakhir dari semua cara yang sudah dilakukan jika memang terbukti cara sebelumnya tidak ada yang berhasil. Padahal, terkadang awalnya harus didiagnosis terlebih dahulu baru kemudian dilakukan suntik insulin.

“Pemberian suntik insulin seringkali terlambat. Ada 2 penyebabnya yaitu ketidaktahuan dokternya atau memang si pasien tidak mau diberikan suntik insulin,” kata Prof Agung Pranoto, dokter spesialis penyakit dalam, dan konsultan endokrin metabolik diabetes.

Prof Agung menjelaskan bahwa ia seringkali menjumpai pasien yang tidak mau disuntik insulin meskipun kadar gulanya sudah sangat tinggi. Mereka beranggapan bahwa ketika disuntik insulin maka seterusnya akan mengalami ketergantungan.


Seperti yang kita ketahui bersama, penyakit ini disebabkan organ pankreas yang tidak bekerja secara optimal atau bahkan tidak dapat bekerja lagi sehingga terjadilah resistensi insulin. Hal ini diperparah dengan jumlah asupan yang masuk begitu banyak.

Untuk awal pengobatan memang biasanya dokter memberikan obat-obatan oral (obat minum). Tetapi setelah 6 tahun pemberian obat oral, maka sekitar 50% pasien tersebut perlu suntik insulin agar kadar gula darah mereka menjadi normal.


Meskipun begitu, seharusnya dokter mengetahui ketika pemberian obat oral sudah tidak berguna lagi maka sesegera mungkin digantikan dengan suntik insulin. Namun, hal tersebut juga melihat kondisi pasien agar pemberian insulin benar-benar membantu menormalkan kembali kadar gula darah mereka. “Yang pasti berikan insulin sebelum para pasien terkena komplikasi,” kata Ketua Perhimpunan Diabetes Indonesia ini.

Patut disayangkan karena mayoritas pasien diabetes sudah terkena komplikasi pada saat pertama didiagnosis. Hal ini disebabkan penyakit diabetes yang berjalan perlahan dan tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang yang tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka telah terkena diabetes.

Jika dipaparkan maka komplikasi yang terlihat setelah didiagnosisi adalah 8% gangguan ginjal, 9% gangguan saraf, 20% gangguan saraf mata, dan 50% mengalami gangguan jantung koroner.

Untuk pasien yang baru terdiagnosisi dan gula darahnya tinggi, disarankan untuk diberikan insulin sementara. “Misalnya ketika ada pasien dengan gula darah mencapai 400, bisa langsung diberikan insulin agar organ pankreasnya bisa istirahat. Baru setelah 1-2 bulan biasanya sudah bisa lepas insulin dan digantikan dengan obat yang lebih ringan,” katanya.

Menurut penelitian, pemberian insulin yang cepat sebelum pasien diabetes terkena komplikasi maka dapat membuat pasien tersebut hidup lebih lama.