December 21, 2015

Balita Ini Menjadi Pasien Diabetes Melitus Termuda



Balita Termuda Penderita Diabetes
Pola hidup yang tidak sehat seringkali menyeret pelakunya terkena berbagai macam penyakit. Kesadaran akan menjaga kesehatan tubuh sangat minim sekali ditambah dengan banyaknya kewajiban yang harus diselesaikan sehingga mengabaikan kesehatan mereka sendiri.


Dari berbagai macam penyakit yang timbul, penyakit diabeteslah yang seringkali muncul dengan orang yang salah sikap dengan pola hidupnya. Apalagi mereka mengalami obesitas sehingga lebih rentan terkena diabetes.

Diabetes tipe 2 seringkali dialami oleh orang dewasa dengna usia 35 tahun ke atas. Namun, saat ini hal tersebut bergeser dan penderitanya menjadi bukan orang dewasa saja melainkan mereka yang usianya jauh dibawah 35 tahun.

Baca Artikel Terkait : Diabetes Tipe 2

Baru-baru ini anak perempuan berusia 3 tahun didiagnosis mengidap penyakit diabetes melitus tipe 2. Dengan usia seperti itu, maka di “dinobatkan” menjadi pasien diabetes mellitus termuda di dunia. Wah, sungguh menyakitkan bukan bocah berusia 3 tahun yang dimana mereka seharusnya menikmati masa kecilnya harus berhadapan dengan penyakit yang diderita oleh orang dewasa.


Lalu, bagaimana ini bisa sampai terjadi?

Gejala yang dialami bocah tersebut sama seperti gejala diabetes pada umumnya yaitu sering buang air kecil dan merasa haus yang sangat. Ditambah, berat badan anak itu mencapai 34 kg. anak berusia 3 tahun memiliki berat badan 34 kg? bagaimana tanggapan anda. Ini tidaklah salah mengingat orangtuanya juga mengalami obesitas. Tetapi mereka berdua (orang tua) tidak memiliki riwayat diabetes dari masing-masing keluarga.

Kasus balita dengan diabetes ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of diabetes di Stockholm, Swedia.

Balita yang tidak disebutkan namanya ini memang memiliki indeks massa tubuh 5% lebih tinggi dibandingkan anak-anak seusianya. Dari hasil pemeriksaan kadar gula puasanya memang tinggi, namun hasil pemeriksaan antibody menunjukkan bahwa ia negatif diabetes tipe 1.

Kalau berkaca pada kedua orangtuanya. Maka hal tersebut bisa sepenuhnya menjadi salah mereka. Orang tuanya memiliki pola makan yang buruk. Mereka banyak mengonsumsi karbohidrat dan lemak.

Setelah hasil pemeriksaan tersebut. dokter memberikannya obat metformin berbentuk cair. Kemudian kedua orang tuanya juga diberikan edukasi mengenai penyakit yang diderita anaknya ini. mereka disarankan untuk mengubah pola makan dan anaknya juga disuruh untuk meningkatkan aktivitas fisiknya.